
Arum menilai sosok Mentan Amran merupakan pemimpin yang telah selesai dengan kepentingan pribadinya. Menurutnya, kepemimpinan sejati tercermin dari keikhlasan dalam mengabdi, ketegasan dalam mengambil keputusan, serta keberanian menghadapi berbagai kritik.
> “Ada pemimpin yang telah selesai dengan dirinya sendiri. Tidak lagi mengejar tepuk tangan, tidak pula gentar menghadapi kritik. Yang tertinggal hanyalah keikhlasan untuk mengabdi, ketegasan dalam mengambil keputusan, dan kebijaksanaan dalam menuntun arah,” kata Arum Sabil kepada Wira Fokus Media, Rabu (22/7/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Arum setelah melihat langsung komitmen Mentan Amran saat memimpin rapat bersama para pelaku usaha pertanian tebu dan industri gula nasional di Kantor PT Sinergi Gula Nusantara, Surabaya.
Menurut Arum, dalam rapat tersebut Mentan Amran menunjukkan kepemimpinan yang tegas dan berani. Ia tidak hanya memberikan teguran dan sanksi kepada pihak yang dinilai tidak menjalankan amanah dengan baik, tetapi juga memberikan apresiasi kepada mereka yang bekerja dengan penuh dedikasi dan berhasil menorehkan prestasi.
> “Kepemimpinan sejati tidak lahir dari kata-kata, melainkan dari keberanian bertindak. Dengan tegas beliau menegur dan memberikan sanksi kepada siapa pun yang tidak menjalankan amanah dengan baik,” ujarnya.
Di sisi lain, kata Arum, Mentan Amran juga tidak pernah pelit memberikan penghargaan kepada mereka yang bekerja dengan disiplin, penuh dedikasi, dan menghasilkan prestasi terbaik.
Dari pertemuan tersebut, menurut Arum, muncul optimisme besar untuk mewujudkan Indonesia sebagai negara yang mampu mencapai swasembada gula sekaligus memiliki industri gula yang berdaya saing di tingkat dunia.
Arum juga menyoroti target peningkatan produktivitas tebu nasional hingga rata-rata 150 ton per hektare dengan rendemen mencapai 10 persen.
“Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan panggilan untuk bekerja lebih cerdas, lebih disiplin, dan lebih bersungguh-sungguh,” tegasnya.
Ia menilai peningkatan produktivitas dan rendemen menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong lompatan besar industri gula nasional.
Arum menyebut perjuangan tersebut sejalan dengan cita-cita besar pemerintah untuk mewujudkan ketahanan pangan nasional. Bahkan, pengembangan industri tebu juga dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung pengembangan energi baru terbarukan.
> “Sebuah ikhtiar bersama demi mewujudkan harapan besar Presiden Prabowo Subianto, agar Indonesia bukan hanya mampu memenuhi kebutuhan gula nasional, tetapi juga menjadi kekuatan baru dalam pengembangan energi baru terbarukan berbasis tebu,” pungkasnya.
Menurut Arum, loyalitas kepada bangsa dan negara harus diwujudkan melalui kerja nyata, keberanian mengambil keputusan, serta komitmen yang tidak pernah surut.
“Ketika seorang pemimpin telah selesai dengan kepentingan pribadinya, seluruh tenaga, pikiran, dan hatinya akan dipersembahkan sepenuhnya untuk kemajuan rakyat, kejayaan pertanian, dan masa depan Indonesia,” tandasnya. (WL/Fks)
