― Advertisement ―

Polrestabes Surabaya Hadirkan Ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026

Surabaya,wirafokus.com— Polrestabes Surabaya menghadirkan ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026 sebagai ruang bagi anak muda dan komunitas otomotif untuk menyalurkan...
BerandaPeristiwaAlif Iman Waluyo: Anggaran APBD 2025 Sudah Baik, Feeder Wira-Wiri Perlu Ditambah

Alif Iman Waluyo: Anggaran APBD 2025 Sudah Baik, Feeder Wira-Wiri Perlu Ditambah

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Alif Iman Waluyo. (Foto: Andra Jatmiko/wirafokus.com).
Surabaya, wirafokus.com- Anggota Komisi C DPRD Surabaya Alif Iman Waluyo,
menilai pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025 di sektor yang menjadi mitra Komisi C telah berjalan baik. Meski demikian, ia meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Perhubungan (Dishub) memperluas jangkauan layanan transportasi umum feeder Wira-Wiri ke sejumlah wilayah yang belum terlayani secara optimal.

Pernyataan tersebut disampaikan Alif usai mengikuti rapat pembahasan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) 2025 bersama Dinas Perhubungan, Senin (13/7).

Menurut Alif, secara umum pelaksanaan program dan penggunaan anggaran telah berjalan sesuai perencanaan. Koordinasi antar-OPD juga dinilai berlangsung baik dengan rincian anggaran yang jelas.

“Capaian terkait APBD 2025 semuanya sudah berjalan dengan baik, terkoordinasi, dan anggaran-anggarannya sudah terinci dengan sangat bagus,” ujarnya.

Meski demikian, Komisi C masih memberikan sejumlah catatan, khususnya terkait pemerataan layanan transportasi umum feeder Wira-Wiri di beberapa kecamatan.

Ia mengungkapkan masih terdapat wilayah yang belum mendapatkan layanan feeder. Di antaranya kawasan yang berada di daerah pemilihan salah satu anggota Komisi C. Selain itu, wilayah Warugunung juga masih menghadapi kendala operasional akibat adanya penolakan dari angkutan kota (lyn) G.

“Di Warugunung masih ada kendala karena bertabrakan dengan penolakan dari Lyn G sehingga feeder belum bisa masuk. Informasinya sudah sampai Karangpilang maupun Kebraon, tetapi nanti perlu dicek lagi apakah memang sudah benar-benar terlayani. Khususnya Warugunung, Karangpilang, dan Kedurus,” jelasnya.

Alif berharap persoalan tersebut dapat segera dikoordinasikan kembali oleh Dishub agar masyarakat di wilayah yang belum terjangkau dapat menikmati layanan transportasi publik yang lebih mudah dan terintegrasi.

Selain menyoroti layanan transportasi, Alif juga mengapresiasi penggunaan anggaran yang telah dialokasikan melalui APBD maupun Perubahan APBD (PAK) Tahun 2025. Menurutnya, secara umum pelaksanaannya sudah berjalan cukup baik.

Ke depan, ia berharap setiap penggunaan anggaran pemerintah semakin tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Harapannya penggunaan anggaran dilakukan secara terinci dan manfaatnya benar-benar bisa dirasakan masyarakat secara luas. Jadi anggaran tidak terbuang sia-sia, tetapi terplot dengan jelas sesuai kegunaannya sehingga manfaatnya bisa dirasakan semua masyarakat,” katanya.

Terkait usulan penambahan armada feeder Wira-Wiri, Alif mengaku aspirasi tersebut kerap disampaikan warga saat dirinya bersama anggota Komisi C lainnya turun ke lapangan.

Menurutnya, kebutuhan transportasi publik di sejumlah wilayah masih cukup tinggi sehingga penambahan armada menjadi salah satu solusi yang diharapkan masyarakat.

“Ketika turun ke masyarakat sering mendapat keluhan terkait kurangnya transportasi feeder di wilayah-wilayah tersebut. Harapan kami tentu ada penambahan unit. Namun, khusus di wilayah Kebraon dan Kecamatan Karangpilang masih ada penolakan dari Lyn G, sehingga membutuhkan kajian khusus agar feeder bisa masuk,” pungkasnya. (Adr)