
Yulius Selvanus menilai program MBG merupakan salah satu program strategis nasional yang memiliki dampak langsung terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Karena itu, setiap langkah perbaikan yang dilakukan pemerintah pusat harus didukung seluruh pemerintah daerah agar manfaat program dapat dirasakan secara maksimal oleh masyarakat, terutama para pelajar dan kelompok penerima manfaat lainnya.
“Kami menyambut baik upaya pembenahan yang dilakukan pemerintah pusat. Ini adalah momentum emas untuk memperkuat kualitas layanan, meningkatkan pengawasan, serta memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan lebih efektif, tepat sasaran, dan akuntabel,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah pemerintah pusat yang melakukan pergantian pimpinan BGN sebagai bagian dari evaluasi terhadap pelaksanaan program MBG yang telah berjalan secara nasional. Pemerintah menegaskan bahwa perubahan tersebut bertujuan memperkuat tata kelola organisasi, mempercepat pelaksanaan program prioritas, dan memastikan pelayanan gizi kepada masyarakat semakin baik.
Gubernur Sulut menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan anggaran, tetapi juga oleh sistem pengelolaan yang profesional, pengawasan yang ketat, serta sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, dan seluruh pemangku kepentingan.
Menurutnya, Sulawesi Utara selama ini terus menunjukkan komitmen dalam mendukung program MBG. Berbagai rapat koordinasi dan pemantauan lapangan telah dilakukan guna memastikan pelaksanaan program berjalan sesuai standar dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi anak-anak sekolah.
Di sisi lain, berbagai evaluasi terhadap pelaksanaan MBG di tingkat nasional dinilai harus menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki sistem distribusi, pengawasan kualitas makanan, serta mekanisme pelaporan dan pengendalian risiko. Sejumlah pengamat juga menilai bahwa penguatan tata kelola dan evaluasi berkelanjutan menjadi kunci keberhasilan program tersebut ke depan.
Yulius Selvanus berharap kepemimpinan baru BGN dapat membangun koordinasi yang lebih kuat dengan pemerintah daerah sehingga berbagai kendala teknis di lapangan dapat segera diatasi. Ia juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan program.
“Yang paling penting adalah kualitas makanan, keamanan pangan, ketepatan sasaran, dan manfaat yang dirasakan masyarakat. Program ini menyangkut masa depan generasi muda Indonesia, sehingga harus dikelola dengan sangat baik,” tegasnya.
Data pemerintah menunjukkan Program Makan Bergizi Gratis terus berkembang dan telah menjangkau puluhan juta penerima manfaat melalui puluhan ribu satuan pelayanan di seluruh Indonesia. Karena itu, penguatan tata kelola dan pengawasan dinilai menjadi kebutuhan mendesak agar program dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak optimal bagi peningkatan kualitas gizi masyarakat.
Dengan adanya pembenahan di tubuh BGN, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis akan semakin baik, profesional, dan mampu menjadi salah satu instrumen penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia Emas 2045.
(Nove)
