― Advertisement ―

Pangdam I/BB Hadiri Pengungkapan 1.160 Paket Ketamine di Kapal Tanker Global 168

MEDAN,wirafokus.com— Aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamine yang diangkut kapal tanker Global 168. Sebanyak 1.160 paket yang masing-masing disebut berbobot sekitar satu...
BerandaPeristiwaPolantas Menyapa, Menjaga Mimpi Generasi Muda dari Bahaya di Jalan Raya

Polantas Menyapa, Menjaga Mimpi Generasi Muda dari Bahaya di Jalan Raya

Keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan investasi untuk masa depan generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus mengintensifkan program “Polantas Menyapa”, sebuah pendekatan humanis yang mengedepankan edukasi, dialog, dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.
BITUNG,wirafokus.com– Keselamatan berlalu lintas bukan sekadar kepatuhan terhadap aturan, melainkan investasi untuk masa depan generasi muda. Berangkat dari semangat tersebut, jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) terus mengintensifkan program “Polantas Menyapa”, sebuah pendekatan humanis yang mengedepankan edukasi, dialog, dan pembinaan kepada masyarakat, khususnya kalangan pelajar dan generasi muda.

Melalui program ini, personel lalu lintas hadir langsung di sekolah, ruang publik, dan berbagai komunitas untuk memberikan pemahaman mengenai pentingnya tertib berlalu lintas, penggunaan perlengkapan keselamatan, serta kesadaran akan risiko kecelakaan di jalan raya. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada penegakan hukum, tetapi juga membangun budaya keselamatan sejak usia dini.

Petugas mengingatkan bahwa sebagian besar korban kecelakaan lalu lintas berasal dari usia produktif dan kalangan muda. Karena itu, edukasi sejak dini menjadi langkah strategis untuk mencegah lahirnya korban-korban baru akibat kurangnya kesadaran dalam berkendara. Penggunaan helm standar, kepatuhan terhadap rambu lalu lintas, tidak menggunakan telepon genggam saat berkendara, serta larangan mengemudi bagi yang belum memiliki SIM menjadi materi utama yang terus disosialisasikan.

Program “Polantas Menyapa” juga menjadi wadah komunikasi antara kepolisian dan masyarakat. Selain memberikan edukasi, petugas membuka ruang dialog untuk mendengarkan aspirasi warga terkait kondisi lalu lintas, titik rawan kecelakaan, hingga berbagai persoalan keselamatan jalan yang membutuhkan perhatian bersama.

Sejalan dengan semangat keselamatan nasional, Korps Lalu Lintas Polri terus menegaskan bahwa tujuan utama berbagai program edukasi lalu lintas adalah membangun kesadaran kolektif bahwa keselamatan di jalan merupakan tanggung jawab bersama. Pendekatan preventif dan persuasif dinilai jauh lebih efektif dalam menciptakan budaya tertib berlalu lintas dibandingkan sekadar tindakan penegakan hukum.

Dengan hadirnya program “Polantas Menyapa”, diharapkan generasi muda tidak hanya menjadi pengguna jalan yang taat aturan, tetapi juga menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas di lingkungan masing-masing. Sebab setiap perjalanan yang aman bukan hanya menjaga nyawa, tetapi juga menjaga mimpi, cita-cita, dan masa depan anak bangsa.

(Nove)