
Pesan yang paling ditekankan kepada seluruh prajurit adalah prinsip “Berangkat Lengkap, Pulang Lengkap”, sebagai bentuk komitmen agar setiap personel mampu melaksanakan tugas dengan baik dan kembali ke satuan dalam kondisi aman serta lengkap.
Dandim 1301/Sangihe menegaskan bahwa penugasan di pulau-pulau terluar bukan hanya sekadar menjalankan tugas rutin pengamanan wilayah, tetapi juga menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di kawasan perbatasan. Prajurit diminta menjaga disiplin, soliditas, serta menjalin hubungan harmonis dengan masyarakat setempat selama masa penugasan.
“Laksanakan tugas dengan penuh rasa tanggung jawab, jaga nama baik satuan, hormati adat dan budaya masyarakat setempat, serta utamakan faktor keamanan dalam setiap kegiatan,” tegas Dandim saat memberikan pengarahan kepada personel Satgas.
Selain menjaga keamanan wilayah, personel Satgas juga diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan teritorial yang mendukung kesejahteraan warga di pulau-pulau terluar tersebut.
Pulau Marore dan Kawaluso merupakan wilayah strategis yang berada di kawasan perbatasan utara Indonesia. Kehadiran Satgas Pam Pulau Terluar menjadi bagian penting dari upaya TNI AD dalam menjaga keutuhan wilayah serta memberikan rasa aman kepada masyarakat yang bermukim di daerah perbatasan.
Prosesi pelepasan berlangsung dengan penuh semangat dan rasa bangga. Para prajurit yang diberangkatkan diharapkan mampu mengemban amanah negara dengan sebaik-baiknya serta kembali ke satuan dengan prestasi dan kehormatan.
Dengan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara, Satgas Pam Pulau Terluar Kodam XIII/Merdeka siap menjalankan tugas menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan, membawa pesan yang sederhana namun sarat makna: “Berangkat Lengkap, Pulang Lengkap.”
(Nove)
