― Advertisement ―

Pangdam I/BB Hadiri Pengungkapan 1.160 Paket Ketamine di Kapal Tanker Global 168

MEDAN,wirafokus.com— Aparat gabungan mengungkap dugaan penyelundupan narkotika jenis ketamine yang diangkut kapal tanker Global 168. Sebanyak 1.160 paket yang masing-masing disebut berbobot sekitar satu...
BerandaKategoriAliansi Pemerhati Lingkungan Apresiasi Respons Pemkab Minut Tangani Banjir di Ruas Jalan...

Aliansi Pemerhati Lingkungan Apresiasi Respons Pemkab Minut Tangani Banjir di Ruas Jalan Soekarno

Aliansi Pemerhati Lingkungan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara atas respons cepat dalam menangani dampak banjir yang sempat melanda ruas Jalan Soekarno, Kecamatan Dimembe, beberapa waktu lalu.
MINAHASA UTARA,wirafokus.com– Aliansi Pemerhati Lingkungan memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara atas respons cepat dalam menangani dampak banjir yang sempat melanda ruas Jalan Soekarno, Kecamatan Dimembe, beberapa waktu lalu.

Banjir yang dipicu curah hujan tinggi tersebut menyebabkan luapan air menutupi sebagian badan jalan serta menyisakan material lumpur, batu, dan sampah yang mengganggu arus lalu lintas. Menanggapi kondisi tersebut, Pemkab Minut melalui berbagai instansi terkait langsung turun ke lapangan melakukan pembersihan dan penanganan darurat hingga malam hari.

Ketua Aliansi Pemerhati Lingkungan Minahasa Utara menyatakan bahwa langkah cepat pemerintah daerah patut diapresiasi karena menunjukkan keseriusan dalam merespons keluhan masyarakat dan memulihkan akses transportasi yang menjadi jalur vital bagi aktivitas warga.

“Kami mengapresiasi gerak cepat Pemkab Minut yang tidak menunggu kondisi semakin parah. Kehadiran pemerintah di lapangan menunjukkan komitmen nyata dalam melayani masyarakat dan menjaga keselamatan pengguna jalan,” ujarnya.

Aliansi menilai koordinasi antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, serta petugas kebersihan menjadi faktor penting dalam percepatan penanganan dampak banjir tersebut. Proses pembersihan material banjir dan perbaikan infrastruktur yang terdampak dilakukan secara terpadu sehingga kondisi jalan dapat kembali berfungsi normal dalam waktu relatif singkat.

Meski demikian, Aliansi Pemerhati Lingkungan mengingatkan bahwa penanganan pascabanjir harus dibarengi dengan langkah-langkah preventif untuk mencegah kejadian serupa terulang. Salah satu fokus yang perlu mendapat perhatian adalah evaluasi sistem drainase, pengawasan pembangunan kawasan permukiman, serta penataan lingkungan yang berkelanjutan.

Menurut mereka, persoalan banjir tidak dapat diselesaikan hanya melalui penanganan darurat. Diperlukan kajian menyeluruh terhadap tata ruang, saluran air, dan dampak pembangunan yang berpotensi mengurangi daya resap lingkungan. Sebelumnya, kelompok pemerhati lingkungan di Minahasa Utara juga telah menyoroti pentingnya evaluasi terhadap pembangunan yang dinilai berpotensi mempengaruhi sistem drainase dan memicu genangan di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, Pemkab Minut terus melakukan pemantauan terhadap sejumlah titik rawan banjir dan kerusakan infrastruktur sebagai bagian dari upaya mitigasi menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi. Pemerintah daerah juga telah melakukan perbaikan pada median Jalan Soekarno yang mengalami kerusakan akibat terjangan banjir guna menjamin keselamatan pengguna jalan.

Aliansi berharap sinergi antara pemerintah, masyarakat, pengembang, dan seluruh pemangku kepentingan dapat terus diperkuat demi menciptakan lingkungan yang aman, tertata, dan terbebas dari ancaman banjir di masa mendatang.

“Apresiasi kami berikan atas langkah cepat yang dilakukan pemerintah. Namun yang lebih penting adalah memastikan akar persoalan dapat diselesaikan sehingga masyarakat tidak terus-menerus menjadi korban setiap kali curah hujan tinggi terjadi,” tegas perwakilan Aliansi.

Dengan langkah cepat yang telah ditunjukkan pemerintah daerah serta dukungan masyarakat, diharapkan penanganan banjir dan perbaikan infrastruktur di Minahasa Utara dapat berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.

(Nove)