
“Nama saya Abaz, di film ini saya berperan sebagai warga yang terinfeksi virus zombie,” ujar Abaz saat diwawancarai di lokasi syuting.
Dalam film tersebut, karakter zombie yang dimainkan memiliki sifat agresif saat mencium bau darah. Meski terlihat menyeramkan di layar, Abaz mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya bermain di film horor.
“Lumayan seru karena ini pengalaman pertama saya menjadi zombie,” katanya sambil tertawa.
Tak hanya soal akting, proses menjadi zombie juga membutuhkan perjuangan tersendiri. Makeup zombie memakan waktu sekitar 30 menit, lengkap dengan detail luka dan tampilan menyeramkan.
“Lumayan gatal, dan aktingnya juga capek karena harus terus lari mencari darah manusia,” ungkapnya.
Menurut Abaz, tantangan tersulit saat memerankan zombie adalah menjaga gerakan tubuh tetap kaku sambil terus berlari mengejar korban.
“Mulai kepala sampai leher harus kaku gerakannya, itu yang paling sulit,” jelasnya.
Meski ekspresinya terlihat sangat menyeramkan di depan kamera, Abaz mengaku tidak memiliki latihan khusus. Ia merasa tampilan makeup sudah sangat membantu membangun karakter zombie bringas yang diperankannya.

“Tidak, karena saya tahu itu cuma bohongan,” candanya.
Di akhir wawancara, Abaz memberikan dukungan penuh untuk film Zona Merah 2.
“Filmnya bagus dan keren, karena dari segi apa pun semuanya mendukung jalannya proses shooting,” tutupnya. (WL/Fks)
