
Di bawah penerangan lampu seadanya, para prajurit dan warga tampak kompak mengayunkan cangkul, meratakan material, serta memastikan kualitas pengerjaan tetap terjaga. Suasana gelap tak menyurutkan semangat mereka, justru menjadi bukti nyata dedikasi dalam membangun desa.
Kegiatan lembur ini dilakukan sebagai upaya percepatan penyelesaian sasaran fisik TMMD, khususnya akses jalan pertanian yang sangat dibutuhkan warga. Jalan tersebut nantinya akan mempermudah mobilitas petani dalam mengangkut hasil panen, sekaligus meningkatkan perekonomian desa.
Salah satu anggota Satgas Serda Dwi di lokasi menyampaikan bahwa kerja malam dilakukan demi mengejar target waktu tanpa mengurangi kualitas pekerjaan. “Kami ingin masyarakat segera merasakan manfaatnya. Kebersamaan dengan warga menjadi energi tambahan bagi kami,” ujarnya.
Tak hanya prajurit, warga Desa Slempit juga menunjukkan antusiasme tinggi dengan turut serta dalam pengerjaan hingga malam hari. Kebersamaan ini mencerminkan kuatnya nilai gotong royong yang menjadi ruh utama program TMMD.
Dengan kerja keras yang terus digelorakan siang hingga malam, diharapkan pengerasan Jalan Usaha Tani ini dapat segera rampung dan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat Desa Slempit. TMMD bukan sekadar pembangunan fisik, namun juga membangun kebersamaan dan harapan baru bagi desa.(dwiw/red).
