
Dari kegiatan sebelum puncak acara, yang dilaksanakan oleh panitia pada Jumat (17/4), pelaksanaan kegiatan dilaksanakan di area makam terdiri dari Tagfidz Quran, Kirap Tumpeng, Tahlil dan Halal Bihalal.
Menurut Abah Rosid menyampaikan,”Kegiatan ini diketuai oleh Ejzaa Niko,” kata Abah Rosid. Dan menjelaskan,”setelah kegiatan kemarin (red. 17/4), yang sudah dilaksanakan, masih ada kegiatan atau acara lagi, yaitu Sunatan Massal, Jaran Kepang yang dilaksanakan di Jl. Kembang Kuning (Pasar Burung Kupang) Surabaya, Pijat Refleksi, serta adanya Pagelaran Wayang Kulit dengan dalang Ki Bambang Handoyo dari Surabaya (Kutho Bajul), dengan selingan campursari,” jelasnya. (Red.18/4)
Dari semua kegiatan tersebut, ini atas prakarsa warga setempat dengan dukungan penuh dari tokoh masyarakat, sekaligus pengusaha yang peduli dengan budaya.
Dari beberapa acara tersebut, Abah Rosid dan Abah Joko bertindak sebagai panitia, namun panitia kegiatan tersebut diketuai oleh Ejzaa Niko. Dan Abah Rosid juga termasuk penanggung jawab komunitas Wong Bodo Jurnalis (WBJ) Gresik.
Kegiatan dimeriahkan dengan pagelaran wayang kulit dengan menampilkan Dalang dari Surabaya Ki Bambang Handoyo dari Surabaya (Kutho Bajul), dengan lakon atau judul cerita “Sri Boyong” dan diiringi campursari.
Acara atau kegiatan tahunan ini menjadi momentum penting untuk merefleksikan rasa syukur kepada Allah SWT, sekaligus untuk mengenang jasa Mbah Kramat Dewo, yaitu sosok sesepuh yang dipercaya babat alas dalam membuka kawasan atau wilayah Banyu Urip, khususnya Banyu Urip Wetan Surabaya.
Haul Mbah Kramat Dewo ini membuktikan bahwa nilai-nilai luhur tak akan luntur namun tetap diperingati serta dihidupi dalam tindakan yang nyata untuk masyarakat yang juga merasakan hasil daripada kegiatan tersebut. (dwiw)
