― Advertisement ―

Polrestabes Surabaya Hadirkan Ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026

Surabaya,wirafokus.com— Polrestabes Surabaya menghadirkan ajang Hoofdbureau City Night Race – Kapolrestabes Surabaya Cup 2026 sebagai ruang bagi anak muda dan komunitas otomotif untuk menyalurkan...
BerandaPeristiwaAING KABAYAN DAN KOES PLUS JADI PROYEK FILM BERBASIS KOMUNITAS DAN BUDAYA

AING KABAYAN DAN KOES PLUS JADI PROYEK FILM BERBASIS KOMUNITAS DAN BUDAYA

Rencana produksi film Aing Kabayan mulai dibahas dalam sebuah pertemuan komunitas seni dan budaya yang berlangsung di Jalan Tasikmalaya 2, Kota Bandung.
Bandung,wirafokus.com– Rencana produksi film Aing Kabayan mulai dibahas dalam sebuah pertemuan komunitas seni dan budaya yang berlangsung di Jalan Tasikmalaya 2, Kota Bandung. Pertemuan yang awalnya merupakan ajang silaturahmi tersebut berkembang menjadi diskusi serius mengenai strategi produksi film dan peran film sebagai media sosial dan budaya.

Pertemuan tersebut dihadiri sekitar 17 orang dari berbagai latar belakang, mulai dari pelaku seni, budayawan, komunitas musik, hingga aktivis komunitas. Dalam forum tersebut, penulis dan sutradara Chandra Gautama menyampaikan bahwa film Aing Kabayan tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk memperkenalkan budaya dan narasi lokal kepada masyarakat luas

Selain proyek Aing Kabayan, dalam diskusi juga dibahas rencana pembuatan film semi dokumenter musikal bertajuk The Best of Koes Plus. Film tersebut diinisiasi oleh komunitas Koes Plus sebagai bentuk penghargaan terhadap perjalanan musik band legendaris Indonesia yang memiliki ribuan karya lagu dari berbagai genre.

Rencana tindak lanjut dari pertemuan ini adalah akan dilaksanakan pertemuan lanjutan pada 25 April 2026 dengan melibatkan komunitas Koes Plus dari berbagai daerah serta rencana menghadirkan pihak keluarga Koes Plus untuk membahas konsep film secara lebih detail.

Proyek film ini juga akan melibatkan aktor, budayawan, serta generasi muda perfilman sebagai bentuk kolaborasi lintas generasi dalam produksi film berbasis budaya dan komunitas.

Secara budaya, tokoh Kabayan sendiri merupakan tokoh penting dalam budaya Sunda yang sering digunakan sebagai media kritik sosial yang ringan namun memiliki makna mendalam. Oleh karena itu, film ini diharapkan dapat menjadi jembatan antara budaya tradisional dan generasi modern melalui media film.

Dari sisi industri kreatif, inisiatif produksi film berbasis komunitas ini menunjukkan bahwa produksi film tidak selalu harus berasal dari rumah produksi besar, tetapi juga dapat lahir dari komunitas yang memiliki visi budaya dan kreativitas. (WL/Fks)