
Momentum ini tidak hanya menjadi agenda pergantian kepengurusaan , namun juga ruang refleksi untuk meneguhkan komitmen berorganisasi secara aktif, berintegritas, dan berorientasi pada kemajuan bersama.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan,”Organisasi adalah sekolah kepemimpinan yang sesungguhnya, dan di sanalah karakter, tanggung jawab, dan visi masa depan ditempa,”ungkapnya.
Kepedulian pimpinan terhadap pembinaan karakter pelajar terlihat melalui dorongan agar organisasi intra sekolah (OSIS) menjadi wadah tumbuhnya kepemimpinan muda yang inspiratif.
Dukungan terhadap peserta didik dan tenaga pendidik terus ditegaskan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan. Melalui organisasi, siswa belajar berkolaborasi, mengambil keputusan, serta mengelola tanggung jawab secara nyata. Diharapkan, semangat reorganisasi ini melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga matang secara karakter, siap membawa Jawa Timur dan Indonesia menuju masa depan pendidikan yang lebih gemilang. (dwiw)
