
Surabaya, Wirafokus.com — Sebagai upaya memperkuat kualitas sepak bola mini Indonesia, KSMI resmi menggelar Liga Nusantara (Linus) KSMI 2025, turnamen nasional yang mempertemukan tim–tim dari berbagai daerah di Indonesia. Demi memastikan pelaksanaan pertandingan berlangsung aman, tertib, dan minim risiko cedera, penyelenggara menempatkan aspek kesehatan sebagai salah satu indikator utama. Karena itu, dibentuklah tim medis terpadu yang bertugas melakukan pengawasan menyeluruh selama jalannya turnamen.
Lini pengamanan kesehatan atlet pada gelaran Liga Nusantara (Linus) KSMI 2025 ditangani secara terkoordinir oleh tim medis gabungan yang dipimpin langsung oleh Koordinator Medis KSMI, yaitu dr. Lulus Handayani, dr. Surohadi, dr. Dimas Rangga, dan dr. Bisyamsi.
Tim ini berkolaborasi dengan tenaga medis dari RS Ubaya, RS Menur, serta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya. Mereka telah bertugas sejak pembukaan Linus 2025 pada Sabtu, 22 November 2025 hingga penutupan Rabu, 26 November 2025.
Tidak hanya menyiapkan personel, dukungan sarana medis juga dipastikan lengkap. Masing-masing rumah sakit dan Dinkes menurunkan satu tim berisikan dokter, perawat, serta supir ambulans beserta perangkat medis darurat. Armada dan tenaga lapangan bersiaga selama pertandingan berlangsung, baik di tepi lapangan maupun pos kesehatan.
Selama rangkaian pertandingan, tercatat lebih dari 15 kasus cedera ringan yang dapat ditangani langsung di area kompetisi. Tidak ditemukan cedera serius yang memerlukan tindakan medis lanjutan. Hal ini menunjukkan kesiapan sistem pengamanan medis serta respon cepat yang dilakukan oleh tim lapangan.
“Kesiapan ini adalah hasil koordinasi matang antar rumah sakit dan Dinkes Surabaya yang berjaga secara bergilir,” ujar dr. Lulus, salah satu tim koordinator medis dari KSMI yang bertugas. Ia menyebut bahwa pergiliran tenaga kesehatan dilakukan dari beberapa wilayah Dinkes di Surabaya.

“Dari Dinkes sendiri juga digilir. Kemarin ada Dinkes Wonokromo, Dinkes Jambangan, Dinkes Gayungan, dan lainnya bergilir,” terangnya.
Selain melakukan penanganan, tim medis juga terus mengimbau agar para atlet mempersiapkan kondisi tubuh sebelum bertanding.
“Kami berharap hingga pertandingan ini selesai tidak ada cedera serius. Oleh karenanya kami menghimbau agar sebelum pertandingan kondisi kesehatan disiapkan, mulai dari asupan vitamin, gizi, hingga pemeriksaan kesehatan awal (MCU)” lanjutnya saat didampingi tim medis dari RS Ubaya.
Dengan koordinasi intensif dan pengawasan yang disiplin, penyelenggara optimistis gelaran Linus KSMI 2025 dapat berjalan aman bagi seluruh atlet, official, dan penonton hingga penutupan kompetisi. (Ais/FKS)
