
Sidoarjo, Wirafokus.com — Program Presiden Prabowo yang lagi Ramai MBG apalagi Terkait adanya Satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG), Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur yang ada di area pasar BUMDes desa Sedatiagung, didirikan dekat tempat pembuangan sampah yang sangat Kumuh.
Padahal sudah ada kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), melarang pendirian dapur gizi di sekitar tempat sampah atau sumber pencemaran lainnya.
Menanggapi hal tersebut pihak yayasan pengelola SPPG Sedati, Dokter Benyamin mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan pembersihan di sekitar area tersebut sebelum didirikannya dapur SPPG.
Bahkan Dokter Benyamin telah berkoordinasi dengan pasar BUMDes untuk tidak membuang sampah di sekitar area SPPG.
“Kami juga telah memasang banner larangan untuk tidak membuang sampah di area tersebut,” kata Dokter Benyamin yang Juga Anggota DPRD Jatim, Jumat, (14/11/2025)
Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat sekitar area dapur SPPG untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan yang sehat untuk mendukung layanan pemenuhan gizi bagi anak-anak kita
Seperti diketahui, larangan pendirian dapur gizi dekat tempat sampah tertuang dalam Surat Keputusan Kepala BGN Nomor 63 Tahun 2025 tentang Perubahan Kedua atas Petunjuk Teknis Penyelenggaraan Bantuan Pemerintah Program MBG Tahun 2025.
Adapun tujuannya untuk menjaga kebersihan, mutu, dan keamanan pangan untuk program MBG, terutama demi menghindari potensi kontaminasi pada bahan makanan.
Memang Program MBG sejak di dengungkan Pak Presiden Prabowo banyak sekali Bermasalah Skala Nasional, dan Proyek Sangat “Seksi” Bagi yang mendapatkannya. Padahal Dana APBD Sidoarjo untuk Program MBG kabupaten di Sidoarjo 20 Miliar? Ungkap T.Kiki Juanda Pengurus LPKAN (Lembaga Pengawas Aparatur Negara) Jawa Timur.( Kij/Fks)
