
Dalam kegiatan tersebut diikuti oleh 100 guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dari berbagai Kabupaten dan Kota sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pendidikan keagamaan dan penguatan karakter peserta didik.
Disamping itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai tekankan peran strategis dalam pembentukan karakter dan akhlak siswa di era digitalisasi.
Menurut keterangan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung dalam sambutannya mengatakan,”Guru PAI bukan hanya mengajarkan materi agama di kelas, tetapi juga menjadi teladan dan pengawal akhlak bagi anak-anak kita. Di tengah derasnya arus digitalisasi, peserta didik membutuhkan pendamping yang mampu menuntun mereka agar bijak dalam menggunakan teknologi, tetap memiliki karakter yang kuat, serta menjadikan agama sebagai landasan moral dalam kehidupan sehari-hari.”kata Aries selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur.
Dari pembukaan tersebut, Aries juga mendorong guru Pendidikan Agama Islam (PAI), untuk terus mengembangkan kompetensi, baik dalam penguasaan materi ajar, maupun dalam kemampuan berinovasi.
Guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dituntut tidak hanya menguasai metode Konvensional, namun juga memanfaatkan teknologi digital dan pembelajaran. (dwiw/red)
