― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaPeristiwaKepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Beri Arahan Peningkatan Kompetensi Guru: Mata...

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Beri Arahan Peningkatan Kompetensi Guru: Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai melakukan kunjungan kerjanya dalam rangka memberikan arahan strategis terkait upaya peningkatan kompetensi Guru Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam satuan pendidikan, yang dilaksanakan pada Selasa (7/10) di Malang Jawa Timur.
Malang,wirafokus.com- Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai melakukan kunjungan kerjanya dalam rangka memberikan arahan strategis terkait upaya peningkatan kompetensi Guru Mata Pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) dalam satuan pendidikan, yang dilaksanakan pada Selasa (7/10) di Malang Jawa Timur.

Dalam langkah tersebut, menjadikan bagian dari komitmen Dinas Pendidikan Jawa Timur untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital.

Dalam amanatnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan,”Guru KKA memiliki strategis dalam membangun ekosistem pembelajaran digital di sekolah, namun Koding dan Kecerdasan Artifisial bukan lagi masa depan, tetapi kebutuhan masa kini, karena itu peningkatan kompetensi guru menjadi kunci agar peserta didik di Jawa Timur mampu bersaing di dunia global,”terangnya.

Dalam amanat dan arahan, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan pentingnya peran guru KKA dalam membentuk generasi muda yang siap menghadapi revolusi industri 4.0 dan era society 5.0.

Yang mana menurutnya, guru tidak hanya dituntut mampu mengajar, namun juga harus menjadi fasilitator inovasi dan penggerak pembelajaran berbasis teknologi di sekolah. (dwiw)