― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPembangunanPemkot Surabaya Diminta Tegur Kontraktor Galian yang Kerjanya Lambat dan Bikin Resah...

Pemkot Surabaya Diminta Tegur Kontraktor Galian yang Kerjanya Lambat dan Bikin Resah Warga

Warga jalan Pakis Tirtosari RT 04, RW 05, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya yang resah lantaran pengerjaan proyek galian yang lambat dan sempat menimbulkan korban

Surabaya, Wirafokus.com – Proyek galian di Jalan Pakis Tirtosari RT 04, RW 05, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya kembali jadi sorotan lantaran pengerjaannya yang lamban memicu keresahan warga.

Bahkan, proyek tersebut sempat menimbulkan korban, sehingga publik menuntut tanggung jawab penuh dari pihak kontraktor.

Anggota Komisi A DPRD Surabaya, Muhammad Saifuddin, menilai keterlambatan pengerjaan adalah bentuk kelalaian serius.

“Ini tragedi yang patut mendapat perhatian khusus dari semua pihak, terutama kontraktor,” tegas Saifuddin, Senin, (8 September 2025).

Ia menuntut kontraktor segera mempercepat pekerjaan sekaligus menjelaskan alasan keterlambatan.

“Kenapa kok lambat sekali? Ada apa? Apa masalahnya?” ujarnya dengan nada keras.

Saifuddin juga menekankan bahwa pihak yang wajib memberi penjelasan kepada masyarakat bukan lurah atau pejabat kelurahan, melainkan kontraktor sebagai pelaksana proyek.

Ia mendesak agar dokumen Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan kontrak proyek segera dibuka untuk publik.

“Setiap pekerjaan pasti punya kontrak yang jelas, ada tanggal mulai dan target penyelesaiannya. Semua ini perlu kita tanyakan dan buka RAB-nya,” tandasnya.

Proyek galian yang pengerjaannya lambat di jalan Pakis Tirtosari RT 04, RW 05, Kelurahan Pakis, Kecamatan Sawahan, Surabaya

Lebih jauh, ia meminta Pemkot Surabaya, melalui Lurah hingga Camat, segera memanggil kontraktor agar transparansi benar-benar ditegakkan.

“Jangan sampai lurah jadi jubir kontraktor,” sindirnya.

Kritik ini menegaskan bahwa percepatan penyelesaian proyek bukan sekadar soal teknis, tetapi juga menyangkut keselamatan warga.

Jika lambannya pekerjaan terus dibiarkan, risiko tragedi serupa bisa terulang kembali. ( Kij/Fks)