
“Melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, bersama para guru serta pelajar, berhasil menorehkan prestasi gemilang atau luar biasa, prestasi yang pertama yaitu menjahit kain merah putih sebanyak 9.457 (sembilan ribu empat ratus lima puluh tujuh) pelajar, yang menghasilkan kain merah putih dengan panjang kurang lebih 14,9 km, dan rekor yang diraih ke dua yaitu pembentangan rangkaian kain merah putih dengan pelajar terbanyak,”ungkap Triono Manajer MURI.
“Ini salah satu bukti semangat persatuan gorong royong dan cinta tanah air yang diwariskan oleh para pendahulu kepada generasi muda, seperti yang dikatakan oleh Presiden RI ke-1 Bung Karno yaitu bahwa Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya,”imbuhnya.
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan,”Rekor ini tercapai adalah puncak dari sebuah upaya kolaborasi yang dimulai pada hari Rabu pekan yang lalu, sebanyak 161 lembaga pendidikan, termasuk SMA, SMK, dan SLB, bersama-sama serta serentak menggelar kegiatan menjahit bendera Merah Putih yang melibatkan lebih dari 9000 (sembilan ribu) pelajar dan guru dari berbagai sekolah di Jawa Timur” kata Aries, (17/8)
Masih Aries,”Alhamdulillah hari ini kita memecahkan rekor MURI yang sebelumnya kita rencanakan,” ungkap Aries saat ditemui awak media.
“Dan hari ini tercatat dan terpecahkan rekor dunia, bukan hanya rekor Indonesia, namun rekor dunia yang sudah disampaikan dari perwakilan MURI, serta ini dihasilkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur,”kata Aries dengan bangga.

Menurut Aries Agung Paewai juga menjelaskan,”kegiatan ini adalah cara untuk menanamkan jiwa kebangsaan pada generasi muda, mereka menolak adanya stereotip, bahwa Generasi Alpha adalah generasi yang apatis dan tidak peduli terhadap bangsanya.
“Ini membuktikan bahwa Generasi Alpha yang dinilai tidak peduli dengan bangsa dan negaranya ternyata luar biasa, dan mereka tergerak hatinya untuk membuat bendera dengan cara menjahit bendera sendiri, menunjukkan niat nasionalisme yang sangat tinggi, jiwa kebangsaan mereka, dan terbukti bahwa mereka sangat cinta dengan Indonesia,”tambahnya.
Aries juga menyampaikan,”bahwa para pelajar ini adalah calon pemimpin bangsa di masa yang akan datang, dan Indonesia Emas 2045 adalah milik mereka, serta semangat patriotisme yang mereka tunjukkan adalah wujud nyata daripada kesiapan mereka,”pungkasnya. (dwiw)
