
Penemuan tersebut segera dilaporkan ke Polsek Waru Polresta Sidoarjo, pada Senin (28/7), sekira pukul 07.45 WIB. Dan sekaligus dilaporkan oleh warga sekitar ke Polsek Waru.
Adapun saksi-saksi yang mengetahui penemuan Granat Tangan tersebut antara lain :
* Mulyono (52th), laki-laki bekerja sebagai petugas kebersihan beralamatkan sesuai identitas KTP yaitu Jl. Ngingas Selatan Baru RT.01/RW.01 desa Ngingas Kec. Waru Kab. Sidoarjo.
* Wahyu Harjanto, S.H., (31th) laki-laki beralamatkan Aspol Polsek Waru, yang bekerja sebagai Anggota Polri.
Awal mula terjadinya penemuan Granat Tangan tanpa pemicu pada Senin (28/7), sekira pukul 07.45 WIB, ditemukan Mulyono yang sedang bekerja membersihkan sampah di tepi sungai Jl. Al-Qolbu desa Ngingas, dan saat bersih-bersih tersebut, Mulyono mengangkat sampah dari tepi sungai, namun pada saat meletakkan sampah tersebut, ternyata terlihat benda aneh berbentuk seperti nanas, yang diduga Granat Tangan, tanpa ada pemicunya.
Kemudian saat setelah ditemukannya benda tersebut, Mulyono memberitahukan kepada seorang anggota Polri bernama Wahyu yang kebetulan selaku Babinkamtibmas desa Kureksari Kec. Waru. Seketika itu Wahyu melaporkan hal tersebut ke Piket Reskrim, dibawah pimpinan Kanitreskrim Polsek Waru Polresta Sidoarjo AKP A.A Putrawan, S.H., M.H., lalu diteruskan ke Piket Patroli, Kanit Reskrim, Kanit Intel, dan Kanit Sabhara selaku Perwira Pengendali (Padal), langsung mendatangi TKP penemuan Granat Tangan tersebut.
Setelah sampai TKP, petugas langsung memasang Police Line, yang kemudian berkoordinasi dengan Unit Penjinak Bom (Jibom), Detasemen Gegana Brimob Polda Jatim, untuk dilakukan evakuasi benda temuan yang diduga Granat Tangan tanpa pemicu tersebut.
Menurut keterangan Kapolsek Waru Polresta Sidoarjo Kompol Miftahul Amin, S.Sos., melalui Kanitreskrim AKP A.A Putrawan, S.H., M.H., mengatakan,”memang benar anggota kami telah mendapatkan laporan dengan adanya penemuan Granat Tangan Fragmentasi dalam keadaan pemicu atau detonator tidak ada, namun bahan peledak masih menyatu di dalam Granat tersebut,” jelasnya (28/7).
Dari hasil lidik lapangan, menurut Kanitreskrim AKP A.A Putrawan, S.H., M.H.,”Anggota kami mendatangi TKP, setelah itu anggota kami menghubungi serta berkoordinasi dengan unit penjinak bom (Jibom) Detasemen Gegana Brimob Polda Jatim, kemudian menghubungi piket Identifikasi Polresta Sidoarjo, setelah itu tim Gegana Polda Jatim mengevakuasi Granat Tangan tersebut di tempat yang aman,”pungkasnya. (dwiw)
