― Advertisement ―

Bupati Gianyar Lantik Perbekel Periode 2026–2034, Tekankan Pentingnya Pelayanan kepada Masyarakat

GIANYAR,wirafokus.com– Bupati Gianyar I Made Mahayastra, SST.Par., M.A.P., memimpin pengambilan sumpah, pelantikan, dan serah terima jabatan Perbekel periode 2026–2034 di Kabupaten Gianyar, Sabtu (24/10/2026)....
BerandaJatimKepala Inspektorat Jawa Timur Hendro Gunawan bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa...

Kepala Inspektorat Jawa Timur Hendro Gunawan bersama Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai Menyematkan Tanda Peserta MPLS 2025 di Hari Pertama

Hadir dalam pembukaan MPLS tersebut terlihat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai bersama Kepala Inspektorat Jawa Timur Hendro Gunawan, saat menyematkan tanda peserta MPLS di hari pertama di lapangan SMA Hang Tuah 1 Surabaya
Surabaya, wirafokus.com- Tahun ajaran baru 2025 untuk kegiatan sekolah sudah dimulai, seperti yang dilakukan oleh seluruh sekolah, mulai dari jenjang SMA, SMK dan SLB dalam Apel Pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), pada Senin (14/7), sekira pukul 07.00 WIB di Lapangan SMA Hang Tuah 1 Surabaya.

Hadir dalam pembukaan MPLS tersebut terlihat Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai bersama Kepala Inspektorat Jawa Timur Hendro Gunawan.

Sebanyak sekitar 1.500 siswa hadir dalam pembukaan tersebut di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik, dan untuk sementara jumlah siswa yang lebih dari 360.000 (tiga ratus enam puluh ribu) mengikuti pembukaan melalui Zoom.

Apel Pembukaan MPLS yang dilaksanakan di Lapangan SMA Hang Tuah 1 dipimpin langsung oleh Kepala Inspektorat Provinsi Jawa Timur Hendro Gunawan, dilanjutkan dengan pembacaan sambutan dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang dibacakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Aries Agung Paewai.

Dalam sambutan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, yang dibacakan oleh Aries Agung Paewai,”MPLS bukan sekadar seremoni pembuka tahun ajaran baru, melainkan langkah awal dalam proses pembentukan karakter dan semangat belajar kepada para calon pemimpin masa depan,” tegasnya.

“Bahwa setiap siswa memiliki potensi besar yang harus diasah dengan tekad dan ketekunan atau dalam filosofi : Teken, Tekun, Tekan, yang menjadi semangat khas Jawa Timur,”tambahnya.

Dalam kegiatan pembukaan hari pertama tahun ajaran baru 2025 ini, mengangkat tema “RAMAH” atau mempunyai arti Ramah, Edukatif, Inklusif, Partisipatif, dan Adaptif.

Dalam tema tersebut mencerminkan transformasi paradigma pendidikan yang tidak hanya fokus pada pencapaian akademik, namun juga kenyamanan keberagaman, pastisipasi aktif serta kemampuan beradaptasi terhadap perubahan zaman.

MPLS juga menjadikan ajang untuk mengenal nilai-nilai kebaikan, seperti persatuan, anti perundungan, serta kewaspadaan terhadap bahaya judi online, ataupun pinjaman di Online.

Aries Agung Paewai juga mengatakan,”seluruh pelaksanaan MPLS tahun ini mengacu pada pedoman resmi dari Kementrian Pendidikan, dan kegiatan MPLS ini berlangsung selama lima hari, yang lebih panjang dari yang sebelumnya agar siswa lebih memperhatikan lingkungan sekolah, memahami kurikulum baru, dan menjajaki aktivitas akademik maupun non Akademik, yang sesuai minat,”kata Aries Agung Paewai. (14/7).

Ada beberapa Kurikulum baru yang diterapkan dalam mengarahkan siswa sejak awal untuk terkoneksinya potensi dan minatnya. Dengan jalur pembelajaran seperti IPA, IPS, hingga budaya lokal yang ditawarkan lebih awal, ditambah lagi dengan Tes Potensi Akademik (TPA), sebagai bagian dari pemetaan minat serta bakat siswa.

Ada beberapa perubahan dalam pelaksanaan MPLS yang sebelumnya dikelola kakak kelas, namun sekarang tidak, dan sepenuhnya dipandu dan diawasi oleh guru-guru serta wali kelas masing-masing, guna mencegah perundungan, dan memastikan suasana pembelajaran yang aman serta ramah.

Di tahun ajaran baru 2025 dalam pelaksanaan pembukaan MPLS ini, salah satu sorotan adalah Jawa Timur mendapatkan atau memecahkan rekor MURI untuk Senam Anak Indonesia Hebat, yang diikuti secara serentak oleh seluruh siswa di Jatim. Dan gerakan ini diinisiasi sebagai bentuk dukungan terhadap program Kementrian Pendidikan, untuk menumbuhkan kebiasaan hidup sehat, serta menyiapkan fisik serta mental siswa sebelum memulai pelajaran. (dwiw)