― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaPeristiwaKepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Meresmikan Program DT Mart SMAN 1...

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Meresmikan Program DT Mart SMAN 1 Soko Tuban

Kepala Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., melakukan pembukaan peresmian dengan pengguntingan pita dan menandatangani prasasti sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program kewirausahaan siswa.
Tuban,wirafokus.com- Dunia pendidikan telah mencetak sejarah baru saat peresmian DT Mart (double track Mart) Lestari dalam unit kewirausahaan siswa dengan berbasis berbasis digital dan kreatif.

Peresmian tersebut adalah simbol komitmen sekolah dalam mengintegrasikan pendidikan vokasional dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan di dunia pekerjaan.

Dalam kegiatan ini, Kepala Pendidikan Provinsi Jawa Timur Dr. Aries Agung Paewai, S.STP., M.M., melakukan pembukaan peresmian dengan pengguntingan pita dan menandatangani prasasti sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan program kewirausahaan siswa.

Aris Agung dalam sambutan menyampaikan apresiasi atas inovasi di SMAN 1 Soko,”Program Double Track bukan sekedar pelengkap, namun suatu langkah strategis untuk membekali siswa dengan ketrampilan vokasional yang aplikatif di samping pencapaian akademik,”jelasnya. Sabtu (5/7).

Masih Aries,”Inovasi seperti ini, harus terus kita dorong, karena menjadikan bukti bahwa pendidikan bisa adaptif terhadap kebutuhan zaman,”tambahnya.

Saat setelah peresmian, Aries Agung selalu Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur melakukan peninjauan langsung di sejumlah unit unggulan dari hasil program Double Track, terdiri dari stand tata boga, yang menyuguhkan beraneka macam makanan sehat bikinan siswa sendiri, hingga Caffe Double Track yang mengusung suasana profesional sebagai tempat praktek kuliner. Dan disitu pula telah diterapkan sistem transaksi digital berbasis QRIS dengan menandai kesiapan siswa dalam menghadapi transformasi ekonomi digital.

Aries Agung juga turut hadir sebagai narasumber dalam podcast “Jendela DT” bersama Kabid Pembinaan Pendidikan SMA, Suhartatik, S.Pd., M.Psi, dan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Bojonegoro, Hidayat Rahman, S.Pd., M.M. melakukan diskusi hangat dalam menggali pentingnya sinergi antara pendidikan formal dan pengembangan keterampilan kewirausahaan sebagai pilar kemandirian generasi muda.

Kunjungan dilanjutkan ke ruang unit produksi kreatif yang menjadi wadah ekspresi siswa dari berbagai jurusan. Di jurusan Tata Rias, siswa menunjukkan keterampilan mereka dalam layanan Nail Art dan Make-Up.

Disamping itu, Tata Boga, adalah produk andalan seperti rendang, kue lumpur, keripik pisang, hingga makanan kering ditampilkan dengan kemasan profesional. Jurusan multimedia dan desain grafis juga tidak ketinggalan, menampilkan hasil produksi seperti kaos, pin, tumbler, dan dokumentasi video.

Selain menyoroti aspek program dan inovasi, bapak murah senyum itu juga menyampaikan apresiasi terhadap lingkungan sekolah yang bersih, tertata, dan asri, dan ia menilai suasana tersebut mencerminkan budaya kerja disiplin yang mendukung iklim belajar mengajar yang kondusif.

Menutup kunjungannya, Aries Agung memberikan pesan inspiratif kepada seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) SMAN 1 Soko. Ia menekankan pentingnya menjaga dan menumbuhkan tiga kunci utama dalam kemajuan pendidikan : Inovasi, Kreativitas, dan Inisiatif. “Ketiga kunci ini harus menjadi napas dalam setiap langkah pendidikan kita. SMAN 1 Soko telah menunjukkan bahwa sekolah bisa menjadi pusat inovasi dan pemberdayaan generasi muda,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Soko, Sumarni, S.P., M.Pd., menyampaikan harapannya agar program Double Track terus dikembangkan untuk bekal keterampilan dan jiwa wirausaha siswa.

Menurutnya,” lulusan tidak hanya harus siap melanjutkan pendidikan tinggi, tetapi juga mampu mandiri dan kompetitif dalam dunia kerja maupun wirausaha,”terangnya.

Peresmian DT Mart Lestari bukan sekadar seremoni, namun menjadi tonggak penting bahwa pendidikan menengah kini dapat berdiri tegak sebagai ruang pembentukan karakter, keterampilan, dan kemandirian generasi penerus bangsa. (dwiw/red)