― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaNasionalMembina Kerjasama Dibidang Ekonomi, Fumio Kishida Temui Airlangga Hartarto

Membina Kerjasama Dibidang Ekonomi, Fumio Kishida Temui Airlangga Hartarto

Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto bersama jajaran Direksi foto bersama Utusan Khusus PM Jepang Fumio Kishida di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin, (5/4/2025)

Jakarta, Wirafokus.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko bidang Perekonomian) Airlangga Hartarto menerima kunjungan Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida di Kantor Kemenko Perekonomian, Senin, (5/4/2025).

Dalam kunjungan tersebut Utusan Khusus Perdana Menteri Jepang Fumio Kishida membahas kerjasama bilateral Metting serta Penandatanganan Financial Close atau Tahapan Pemenuhan Pembiayaan untuk Proyek PLTP Muara Laboh.

Pertemuan Airlangga Hartarto dan Fumio Kishida adalah tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya antara Presiden RI Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Jepang Shigeru Ishiba.

Pertemuan bilateral ini menegaskan bahwa pentingnya kemitraan Indonesia–Jepang untuk menciptakan masa depan yang hijau, adil, berketahanan dan berkelanjutan di tengah dinamika ekonomi global.

Dari aspek hubungan perdagangan dan investasi, kedua negara terus menunjukkan peningkatan kerja sama yang signifikan. Pada tahun 2024, volume perdagangan bilateral mencapai USD35 miliar, dan investasi Jepang di Indonesia tercatat sebesar USD3,5 miliar, meningkat 52% dibandingkan tahun 2021. Jepang menjadi sumber investasi terbesar keenam Indonesia, dengan lebih dari 12.000 proyek di berbagai sektor strategis.

Indonesia sangat menghargai komitmen dan kepemimpinan Jepang dalam pembangunan berkelanjutan, terutama dalam inisiatif seperti AZEC dan kerja sama bilateral lainnya.

Pertumbuhan yang luar biasa ini adalah bentuk komitmen kedua negara untuk membina kerja sama ekonomi yang saling menguntungkan sehingga membuka jalan bagi kesejahteraan bersama.

Pada kesempatan ini juga dilakukan seremoni penandatanganan yang melibatkan PT Supreme Energy Muara Laboh dan Japan Bank for International Cooperation sebagai langkah penting dalam pengembangan PLTP Muara Laboh. Proyek pembangkit energi bersih ini akan beroperasi secara komersial pada kuartal pertama tahun 2027.

Selain itu, pemerintah terus mendorong percepatan ‘debottlenecking’ beberapa proyek AZEC seperti proyek Legok Nangka Waste-to-Energy, Sustainable Aviation Fuel, PLTP Sarulla, dan Proyek Jaringan Transmisi Jawa – Sumatera sehingga menjadi siap menuju tahap komersialisasi di Indonesia.(Kij/Fks)