
Kini Martono alias Mbah Sakir saat diketemukan pada Minggu (13/4), sekira pukul 07.05 WIB di Desa Gandu, tepatnya di salah satu lubang sedalam ± 5 meter, atau masyarakat sekitar menyebutnya kalenan, dekat penggilingan beras milik warga sekitar.
Awal mula ditemukan jenazah Martono alias Mbah Sakir, berawal dari warga bernama Supardi yang mencium bau busuk atau bau bangkai yang menyengat.
Pardi mengatakan,” saat itu saya berinisiatif dan bertujuan mau mengubur bau bangkai tersebut, namun saat saya lihat dari dekat, ternyata mayat manusia dan langsung saya memanggil warga untuk menghubungi pihak Kepolisian terdekat,”ujarnya.
Setelah kedatangan pihak terkait, dan masyarakat sudah mulai bergerombol sambil menyaksikan kejadian penemuan mayat tersebut yang tak lain adalah jenazah dari masyarakat yang hilang atas nama Martono, yang dicari beberapa hari saat malam takbir sampai dengan hari ini.
Pihak Kepolisian dari Polsek Klego juga memberikan saran untuk keluarga supaya bikin pernyataan, bahwa,” yang penting pihak keluarga sudah tahu bahwa itu benar-benar orang tuanya dan sudah dilakukan tindakan medis,”kata salah satu anggota Polsek Klego
Dari hasil penemuan jenazah Martono yang hilang saat malam Takbir, semua keluarga, khususnya anak-anak korban tidak menuntut apa-apa, dan memberikan pernyataan terkait penemuan jenazah orang tuannya , karena dari awal memang orang tuanya tersebut dikabarkan hilang dan tidak pulang selama 13 (tiga belas) hari dan diketemukan dengan kondisi sudah meninggal dunia, dengan disaksikan oleh pihak Polsek serta Koramil Kecamatan Klego, Kab. Boyolali.
Kini jenazah Martono alias Mbah Sakir sudah dimakamkan oleh pihak keluarganya bersama para pelayat di desa tersebut. (Nuryanto/dwiw)
