― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaPolitik dan PemerintahanTKN Prabowo-Gibran Sebut Jatim Basis Kemenangan Sekali Putaran

TKN Prabowo-Gibran Sebut Jatim Basis Kemenangan Sekali Putaran

Ali Masykur Musa

Surabaya,Wirafokus.com- Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo- Gibran menyebut bahwa kemenangan Paslon 02 Prabowo -Gibran di Jawa Timur berkonfigurasi dengan tingkat nasional. Bahkan menjadi basis kemenangan sekali putaran.

Artinya, kemenangan di Jatim mencerminkan kemenangan di nasional. Demikian pula dengan angka perolehan suara yang hampir bisa dipastikan ada kemiripan.

Hal ini diungkapkan Profesor Ali Masykur Musa di acara rapat koordinasi (Rakor) TKN dengan TKD Jawa Timur, serta TKD Kabupaten Kota saat pra Apel Akbar di Grand Empire Palace Hotel, Jalan Blauran 57 -75 Surabaya, Sabtu (3/2).

Menurut Ali Masykur Musa, Jawa Timur diakui akan menjadi basis kemenangan sekali putaran. Syaratnya seluruh elemen baik TKN, TKD di seluruh wilayah kabupaten kota se- Indonesia, terutama Jatim hingga relawan melakukan mobilisasi pemilih di hari H. “Kuncinya kita harus bersama-sama menggerakkan pemilih di hari H,” tegas Ali Masykur.

Ali Masykur bahkan melontarkan argumen bahwa leadingnya suara dukungan Prabowo-Gibran di Jawa Timur tidak terlepas dari kesukaan masyarakat Jatim yang menyukai sosok pemimpin yang kuat dan mampu melanjutkan pembangunan yang sudah ditanamkan Pak Jokowi, tak lain adalah paslon Prabowo- Gibran.

Ali Masykur Musa selaku Wakil Ketua TKN Prabowo Gibran juga mengingatkan meski kemenangan sudah di depan mata, seluruh tim pemenangan harus terus merangkul simpul-simpul massa untuk memilih Prabowo-Gibran.

“Saya kemarin sudah keliling ke berbagai tempat, termasuk ke Madura untuk berdiskusi dengan para tokoh-tokoh lokal. Insya Allah ini adalah contoh langkah-langkah yang bisa merubah arah dukungan dan mempertebal kemenangan di Jatim. Saya juga mengajak seluruh teman-teman di TKD masing masing untuk melakukan hal serupa,” tegas Ali Masykur.

Di sisi lain, Hafizhul Mizan, yang juga peneliti dari Cyrus Network, memaparkan hasil beberapa temuan yang menarik di Jatim.

“Berdasarkan survei Indikator, bila pemilihan dilakukan hari ini maka Prabowo -Gibran di Jatim akan menang 56,2%. Ini adalah capaian yang luar biasa. Tentunya ini harus kita kawal dan terus mobilisasi Pemilih Prabowo Gibran sampai dengan hari H,” ujar Mizan.

Mizan juga menunjukkan bahwa dalam mencapai target sekali putaran nasional, Jatim menjadi provinsi basis utama. Oleh karena itu beberapa strategi harus dipersiapkan guna mengawal kemenangan ini.

“Yakni memastikan semua pemilih benar-benar hadir dan memilih Prabowo Gibran di hari H, pendekatan ke basis massa yang masih berpotensi untuk berpindah ke Prabowo -Gibran, dan pendekatan untuk swing voters yang masih cukup tinggi yakni penduduk usia 41 tahun ke atas yang domisilinya di desa,” bebernya.

Sementara itu, Ketua TKD Prabowo Gibran Jatim Boedi Priyo Suprayitno memastikan akan mengawal suara dukungan Prabowo Gibran di Jawa Timur, sehingga benar-benar menjadi perolehan suara bagi Prabowo-Gibran di coblosan Pemilu pada 14 Februari 2024 mendatang.

Dalam kesempatan ini, Boedi Prijo memompa semangat sebagai tambahan energi bagi seluruh tim yang akan terjun langsung dalam seluruh proses tahapan di Pilpres ini.

“Kami berterima kasih kepada seluruh elemen yang berjuang keras untuk memenangkan Prabowo Gibran di Jatim. Alhamdulillah berdasarkan berbagai survei yang terpercaya Prabowo Gibran sudah tembus 56,2% dan bisa menang sekali putaran,” ujar Boedi.

Menutup rakor ini, Indra Nur Fauzi juga menceritakan temuannya di lapangan bahwa banyak masyarakat ini berharap Pilpres ini satu putaran.

Apalagi saat ini sudah mendekati bulan puasa, masyarakat sudah lelah untuk ribut ribut masalah pilihan presiden. “Wes, melu sing menang wae, nang mari ndang wes,” ujar Indra, mengutip pernyataan mayoritas masyarakat Jatim. (Dwi Arifin)