― Advertisement ―

Bukan Sekadar Ngopi, Cangkrukan ANTRAK dan Bakesbangpol Lumajang Jadi Momentum Perkuat Perang Melawan Narkoba

LUMAJANG,wirafokus.com- Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai pertemuan silaturahmi Tim Lembaga Anti Narkotika dan Rehabilitasi Narkoba (ANTRAK) bersama perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol)...
BerandaPeristiwaWarga Padmosusastro Surabaya, dikejutkan dengan Adanya Kebakaran di Tempat Pengolahan Daging Sapi

Warga Padmosusastro Surabaya, dikejutkan dengan Adanya Kebakaran di Tempat Pengolahan Daging Sapi

Saat Pemadam Kebakaran memadamkan api yang semakin membesar dan petugas dari INAFIS juga melakukan olah TKP dibantu Polsek Wonokromo serta pihak terkait, BPBD KOTA Surabaya, Satpol PP, Damkar KOTA Surabaya, serta awak media yang meliput kejadian kebakaran .
Surabaya,wirafokus.com- Kejadian kebakaran yang mengejutkan warna Jl. Padmosusastro Kel. Darmo, Kec. Wonokromo Surabaya, tepatnya di tempat pengolahan daging sapi atau yang dikenal dengan Abon. Pada Kamis (7/11), sekira pukul 03.30 WIB.

Kejadian tersebut terjadi saat semua penghuni masih berada dilokasi kejadian, entah kenapa, tiba-tiba didalam ruangan yang berukuran 5mx5m timbul api dan mengeluarkan asap dibalik ruangan tersebut. Dan secara spontan penghuni atau karyawan pemilik pengolahan daging sapi (Abon) menyelamatkan diri dari amukan api yang semakin membesar.

Dalam waktu sekejap kobaran api melahap 4 (empat) rumah, terdiri dari rumah usaha, bekleed, pengolahan daging sapi, jual beli barang antik, warung kecil, dan tempat usaha lain yang belum sempat disampaikan oleh warga sekitar.

Menurut keterangan orang tua pemilik tempat pengolahan daging sapi (Abon), Repi mengatakan,”kejadian awal diperkirakan sekitar setengah empat pagi, pas saya lihat saat saya bangun pagi, kan saya juga biasa bangun pagi pak, pas saya ambil air dari depan rumah saya ini, saya melihat didalam dari depan melalui kaca, api sudah besar dari penggorengan disitu, (red.sambil menunjukkan tempat penggorengan daging olahan), api tiba-tiba membesar, sebab kusen ini kan bahannya terbuat dari kayu, sedangkan tempat pengolahan daging sapi ini punya anak saya, dan saya nggak sempat nyelamatin barang-barang lainnya,” ungkap Repi, orang tua pemilik rumah pengolahan daging kepada awak media.

“Ada empat tempat usaha yang terbakar, yaitu bekleed, barang antik, sumber api dari Abon, dan sebelahnya warung kopi, kesemuanya terbakar habis termasuk ada 4 (empat) unit kendaraan bermotor yang berbeda juga terbakar,” tambahnya.

Saat disinggung masalah berapa korban yang terkena kobaran api, Repi mengatakan tidak ada korban, itupun kalau anaknya tidak dibangunkan, akan jadi korban dalam amukan api yang semakin membesar.

Saat terjadinya kebakaran tersebut, masyarakat sekita juga panik dan membantu mengeluarkan beberapa barang-barang yang bisa diselamatkan, ada pula yang menelphone ke Emergency baik 112 ataupun 113, namun saat kedua nomor tersebut dihubungi, menurut warga sangat sulit dan tidak merespon, namun setengah jam kemudian sekitar 5 unit Damkar dari Pemkot Surabaya segera melakukan tindakan pemadaman, stelah beberapa jam kemudian api berhasil dikuasai, serta dipadamkan oleh tim Damkar Pemkot Surabaya.

Saat melakukan pemadaman, petugas Damkar sedikit kesulitan dengan adanya baik kabel listrik maupun kabel internet yang putus, namun petugas bisa menguasai kobaran api tersebut.

Tepat pukul 05.00 WIB, api sudah dipadamkan, tetapi petugas Damkar masih melakukan pembasahan lokasi kejadian, dikhawatirkan masih ada api yang bisa membesar lagi. Setelah di tunggu beberapa jam kemudian api sudah dinyatakan padam.

Kepala Dinas Damkar Kota Surabaya Drs. Dedik Irianto, MM., juga mendatangi tempat kejadian, sambil mengumpulkan warga sekitar dengan mengucap, merasa prihatin dengan kejadian tersebut.

Drs Dedik Irianto, MM., didepan warga dan korban rumah yang terbakar mengatakan,”saya kepala dinas Pemadam Kebakaran kota Surabaya, yang perlu saya sampaikan, yaitu kami sangat prihatin atas kejadian pada pagi ini dan Alhamdulillah ini sudah selesai dan kami padamkan semua, serta Alhamdulillah tidak ada korban dalam peristiwa ini, yang kedua saya sampaikan yaitu layanan kami semuanya gratis dan tidak dipungut biaya apapun, setelah ini apabila ada timbul api lagi, bisa kontak ke nomor 112, dan kami akan balik kanan, tapi kami akan standby kan satu unit Damkar, untuk jaga-jaga apabila ada api yang timbul lagi,” kata Dedik kepada warga serta korban yang rumahnya terkena amukan si jago merah.

Dan salah satu warga juga mengucapkan terima kasih banyak kepada petugas Damkar yang sudah membantu warga dalam memadamkan kobaran api dirumah milik warga sekitar Jl. Padmosusastro Kel. Darmo, Kec. Wonokromo Surabaya.

Saat setelah dipadamkannya api yang menghanguskan 4 rumah, petugas dari INAFIS Polrestabes Surabaya datang untuk olah tempat kejadian perkara (TKP), didampingi petugas dari Polsek Wonokromo yang sebelumnya juga datang dalam mengamankan tempat disekitar kejadian kebakaran tersebut.

Kini kejadian kebakaran yang menghanguskan 4 (empat) rumah di Jl. Patmosusastro Surabaya masih dalam proses penyelidikan oleh pihak yang berwajib dalam hal itu pihak Polrestabes Surabaya yang bekerjasama dengan Polsek Wonokromo untuk mengetahui apa penyebab terjadinya kebakaran tersebut. (dwiw)