― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimDisperinnaker Bangkalan Dorong Pelaku IKM Tumbuh dan Berkembang

Disperinnaker Bangkalan Dorong Pelaku IKM Tumbuh dan Berkembang

Para penerima BMU foto bersama Pj Bupati Bangkalan Areif Moelya Edie dan juga instansi terkait

Bangkalan, Wirafokus.com – Dalam rangka meningkatlan pemberdayaan industri serta mendorong Industri Kecil Menengah (IKM) agar dapat berkembang menjadi industri lokal yang besar dan mampu bersaing di pasaran, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinnaker) Kabupaten Bangkalan memberikan Bantuan Modal Usaha (BMU) kepada pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di daerah Bangkalan.

BMU tersebut berupa barang yang berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahap II.

Acara penyerahan bantuan dilaksanakan di Aula Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Kecamatan Labang, Kabupaten Bangkalan, Senin, (11/12/2023).

Pemberian bantuan ini dilakukan dalam rangka kegiatan dan penyusunan evaluasi rencana pembangunan industri kabupaten, dengan sub kegiatan koordinasi, sinkronisasi, dan pemberdayaan industri serta peran masyarakat pada tahun anggaran 2023.

Dalam sambutannya Penjabat (Pj) Bupati Bangkalan Areif Moelya Edie, mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangkalan secara berkala akan memberikan bimbingan produksi kepada pelaku IKM di daerah tersebut serta Disperinnaker juga akan mengevaluasi kekurangan yang ada dan pemerintah akan memberikan bantuan kembali.

Pj Bupati Areif juga menginstruksikan kepada Disperinnaker untuk menyiapkan ruang pamer bagi hasil produksi para IKM binaan.

“Jadi orang itu cukup di depan bisa lihat pamerannya pesan di situ. Nggak harus masuk ke tempat produksi.” tambahnya

Arief juga telah meminta semua Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemkab Bangkalan untuk berpartisipasi dalam memajukan IKM.

Pj Bupati Bangkalan Areif Moelya Edie membetikan ucapan kepada salah satu warga penerima BMU

“Nah ini saya minta semua aparat Pemda kalau ada kegiatan di sini. Untuk memastikan OPD mau pesan nanti kita cek. Jangan pesan di Surabaya. Perbup nanti kita buat. Saya buat himbuan kepada semua OPD agar pesan jersey kaos harus di sini (IKM),” tegas Arief

Kerjasama antara dinas-dinas juga diperlukan untuk memajukan IKM. Pj Bupati telah meminta Dinas Perhubungan untuk membuat rambu-rambu lalu lintas yang mengarahkan petunjuk masuk ke IKM, sementara Dinas Pekerjaan Umum (PU) telah diperintahkan untuk memperbaiki jalan masuknya.

Namun, Arief menyebut bahwa untuk memotong jalan diperlukan izin dari Dinas Bina Marga. Ia meminta PU untuk mendekati dan memantau perkembangan dari Dinas Bina Marga terkait hal ini.

“Kalau nggak potong sendiri saja. Nanti kalau marah. Biar marah kepada saya. Yang penting bis bisa keluar masuk dengan aman kemudian jalan masuknya juga leluasa,” ujar Arief

Sementara itu Pelaksana Tugas (Plt) Disperinnker Bangkalan, Qorry Yuniastuti menjelaskan bahwa pemberian BMU untuk tahun ini telah selesai. Namun, kemungkinan akan ada lagi BMU untuk tahun 2024.

“Pada tahap II ini, terdapat 503 IKM di Bangkalan yang menerima BMU DBHCHT, terdiri dari berbagai sektor seperti minuman, kue, roti, keripik, kerajinan perak, konveksi, kerajinan, pandai besi, batik, meubel, dan las. Jumlah penerima BMU pada tahap ini lebih banyak dibandingkan dengan tahap sebelumnya, yaitu sebanyak 351,” jelas Plt Disperinnker Bangkalan, Qorry Yuniastuti

Nurjumiyati salah satu penerima BMU dari Desa Kwanyar Barat, mengungkapkan kegembiraannya dan mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan.

“Kedepannya pemerintah juga memberikan bantuan modal usaha finansial agar mereka dapat menyetok barang kebutuhan produk jahitan mereka;” harap Nurjumiyati

“Terima kasih kepada Pak Bupati. Semoga alat bantuannya memberikan manfaat untuk usaha saya dan juga teman IKM lainnya. Buat Pemerintah Bangkalan, kami juga memerlukan modal uang sehingga kami bisa menyetok barang kebutuhan produk jahitan kami,” ujar Nurjumiyati yang juga berprofesi sebagai seorang penjahit busana wanita (Hsn)