Situbondo,wirafokus.com- Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, hari ini Jumat (12/10), menggelar 2 (dua) kegiatan secara pararel di Kabupaten Situbondo. Kegiatan pertama salah Internalisasi Pengasuhan Balita, dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting yang bertempat di Pendopo Kabupaten Situbondo.
Peserta kegiatan ini sejumlah 187 (seratus delapan puluh tujuh) orang, yang terdiri dari keluarga Baduta/Balita, Kader BKB, Penyuluh KB, Kader COE Poktan, dan Insan GenRe. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Situbondo Nyai Hj. Khoirani, S.Pd., M.H.
Hadir pula dalam acara tersebut antara lain, Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, M.M., yang diwakili oleh Ketua Tim Kerja BKR Yuyun Evriana, S.E., serta kepala DP3AP2KB Kabupaten Situbondo Drs. H. Muhammad Imam Darmadji, M.Si.
Stunting pada anak, mencerminkan kondisi gagal tumbuh pada anak balita (bawah lima tahun)akibat dari kekurangan gizi kronis, sehingga anak menjadi terlalu pendek untuk usianya.
Kekurangan gizi kronis terjadi sejak bayi dalam kandungan hingga usia dua tahun. Dengan demikian, periode 1000 hari pertama dengan kehidupan seyogyanya mendapatkan perhatian khusus, karena menjadi penentu tingkat pertumbuhan fisik, kecerdasan, dan produktivitas seseorang dimasa depan.
Stunting disebabkan oleh faktor multidimensi dan tidak hanya disebabkan oleh faktor gizi buruk yang dialami oleh ibu hamil maupun anak balita dan intervensi yang paling menentukan untuk dapat mengurangi prevalensi stunting perlu dilakukan pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Pemberian informasi dan Edukasi (KIE) dengan penerapan praktek sederhana tentang pengasuhan 1000 HPK (sejak saat kehamilan hingga anak berusia 2 (dua) tahun menjadi kegiatan dalam menanamkan pentingnya nilai-nilai pengasuhan 1000 HPK melalui kegiatan internalisasi kepada ibu hamil ibu hamil, keluarga yang mempunyai baduta dan keluarga yang memiliki balita,” ucap Yuyun menyampaikan pesan kepala Perwakilan BKKBN Propinsi Jawa Timur .
“Sasaran proyek prioritas nasional (PRO PN), Promosi dan KIE pengasuhan 1000 Hari Pertama Kehidupan Propinsi Jawa Timur dan tahun ini mencakup 38 Kabupaten dengan jumlah sasaran 1.474.500 keluarga ibu hamil, keluarga yang memiliki balita, kami berharap dengan tereduksinya para orang tua dengan baik tentang pentingnya pengasuhan yang tepat pada masa 1000 HPK, kelak dapat mewujudkan anak-anak Indonesia yang Sehat, Cerdas, dan Mampu Bersaing dengan masyarakat global,” tukas Yuyun menutup pesan dari Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur.
Sejalan dengan hal tersebut, Wabub juga menekankan bahwa masa 1000 Hari Pertama Kehidupan adalah masa penentu bagi masa depan anak.
“Waktu terbaik untuk mencegah stunting adalah di masa 1000 HPK yang mana merupakan periode sensitif apabila terjadi,”
Selain kegiatan tersebut, perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur bekerjasama dengan DP3AP2KB Kab. Situbondo juga menyelenggarakan Kegiatan Internalisasi Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH)dan sekolah Lansia Tangguh (Selantang).
Kegiatan ini bertempat di gedung PKK Situbondo dan dibuka secara resmi oleh ketua TP PKK Kabupaten Situbondo, ibu Juma’ati Karena Suswandi. Peserta kegiatan ini berjumlah 63 orang yang terdiri dari TP PKK Kab. Situbondo.
Melalui kedua kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi daya ungkit dalam penurunan angka prevalensi stunting serta mewujudkan lansia yang sehat, mandiri, dan sejahtera di Kabupaten Situbondo. (dwiw/red)
