
Surabaya, Wirafokus.com – Satresnarkoba Polrestabes Surabaya bersama Ditresnakoba Polda Jatim berhasil menangkap sindikat pengedar narkoba jaringan Internasional.
Dalam penangkapan tersebut berhasil diamankan tujuh (7) orang pelaku.
“Para pelaku ini merupakan 2 jaringan internasional yakni jaringan Indonesia-Malaysia dan jaringan Laos dengan jumlah 7 tersangka,” kata Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Hermanto saat press conference di Gedung Bhara Daksa Polrestabes Surabaya, Selasa, (23/11/22).
Irjen Toni juga menambahkan bahwa dalam penangkapan ini petugas berhasil nengamankan barang bukti narkoba 36 kg jenis sabu dan 15056 butir ekstasi.
Sementara itu Dirresnarkoba Polda Jatim Kombes Pol Arie Ardian menjelaskan bahwa selama bulan November Ditresnarkoba Polda Jatim berhasil mengungkap 2 jaringan besar Narkoba yakni jaringan Indonesia-Malaysia dan jaringan Laos
“Yang pertama adalah jaringan Indonesia-Malaysia dengan barang bukti narkoba yang dikemas dalam kemasan hijau yakni kemasan teh cina. Para pelaku ini kami amankan berdasarkan pendalaman di Jawa Timur hingga Sumatera Selatan ,” jelas Kombes Arie.
“Dar pendalaman tersebut mengamankan 2 tersangka jarngan Laos dengan barang bukti narkoba sebanyak 26 kg sabu dan 15056 butir ektsasi,” ujarnya.
Kombes Arie juga menambahkan bahwa penangkapan jaringan kedua (jaringan Laos-red) berdasarkan hasil pengembangan bahwa akan ada pengiriman narkoba dari Laos ke Indonesia melalui jalur udara dan akan didistribusi melalui Surabaya dan Jakarta.
“Usai mendapat informasi adanya pengiriman narkoba dengan menggunakan jasa ekspedisi petugas kemudian melakukan survey dan kontrol delivery di ekspedisi,” tamhahnya
“Setelah dilakukan pengembangan terhadap kedua pelaku yang merupakan jaringan kedua petugas kembali berhasil menangkap lima (5) pelaku pengedar narkoba yang merupakan jaringan pertama (jaringan Indonesia-Malaysia) dengan barang bukti narkoba jenis sabu 10 kg,” ujar Arie
“Total barang bukti yang kita amankan 36 kg narkoba jenis sabu dan 15056 butir ekstasi dan pengiriman barang narkoba oleh pelaku jaringan pertama dikirim melalui darat, masuk wilayah Sumatera sampai ke Surabaya,” pungkasnya. (why)
