― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimPupuk Langka, Petambak Lamongan Turun ke Jalan.Pendemo : Pecat Menteri Pertanian

Pupuk Langka, Petambak Lamongan Turun ke Jalan.Pendemo : Pecat Menteri Pertanian

Bupati Lamongan, H.Yuhrohnur Efendi saat menemui masa pendemo dari unsur petani tambak, berjanji akan berkoordinasi dengan pusat.

Lamongan, Wirafokus.com- Ratusan demonstran yang terdiri dari warga Petani/Petambak wilayah Lamongan Utara yang terdiri 5 kecamatan tetap menyuarakan bab kelangkaan dan ketersediaan pupuk di Kabupaten Lamongan, Rabu (24/8/22).

Praktis, seperti tahun-tahun berselang, masalah stok pupuk yang langka menjadi tuntutan pendemo yang menggeruduk kantor para pemangku kebijakan yang dianggapnya gagal memperjuangkan aspirasinya.

Dari pantauan media ini, aksi demo para petambak ini dimulai dari Kantor Dinas Pertanian Lamongan Jl. Jaksa Agung Suprapto, berlangsung damai mereka berlanjut menuju kantor DPRD dan berakhir di Kantor Pemda di selatan Alun-alun Lamongan. Dengan aneka orasi dan gaya, pendemo ini tetap dibawah Koordinator lapangan (korlap) aksi M. Yusuf Fadhli (Yusuf Jalak) didampingi Rinto selaku di korlap aksi bersama ribuan peserta aksi meminta kepada presiden RI Joko Widodo untuk mencopot seluruh menterinya.

“Copot menteri pertanian”, karena mereka tidak bisa memperjuangkan permintaan / permohonan kita (para petambak / petani),” teriaknya disambut yel-yel dan sorak sorai ratusan demonstran.

Demo ini rutin tiap tahun dan kali ini ke tiga, akhirnya juga ditemui langsung Bupati Lamongan Dr. H. Yuhronur Efendi.

Belum adanya regulasi terkait pengembalian lagi pupuk bersubsidi bagi petani tambak membuat petani tambak Lamongan kembali mendesak Pemerintah segera mengambil kebijakan agar alokasi pupuk bersubsidi kembali ada seperti tahun sebelumnya. Meski kebijakan itu berada pada wewenang Pemerintah Pusat.

Bupati Lamongan yang biasa disebut Pak Yes mengaku siap mengawal aspirasi para petani tambak hingga tingkat pusat. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi perwakilan petani tambak Lamongan di Pemkab Lamongan siang tadi (24/8)

“Kita akan berusaha mengkoordinasikan menyampaikan aspirasi ini ke Pemerintah Pusat, dalam hak ini Kementrian Pertanian dan Perikanan dan Kementerian Kelautan dan perikanan. Terakhir kami juga telah menyampaikan keluhan petani ke Pak Mentan akibat Keputusan Permentan No.10 tahun 2022.

Pak Menteri sebelumnya telah tahu dan menangkap hal ini, namun karena belum adanya keputusan payung hukum yang kuat, jadi kita harus menunggu raker dengan DPR-RI Komisi IV dan besok pagi kita diundang terkait hal ini sehingga payung hukumnya segera ada, ” ujar Pak Yes dengan bahasa Lamonganan yang mudah dimengerti.

Namun di tengah pidatonya Pak Yes, asa seketukan suara nada sumbang akan galau tentang hak itu. Namun Bupati Lamongan mampu meyakinkan masyarakat pendemo, dan tepat sebelum azan duhur berkumandang dengan tertib bubar dan pulang menuju kendaraannya masing-masing.

Media ini berhasil mewawancarai salah satu peserta demo yang berambut gondrong kulit gelap dari daerah yang kerap disapa banjir.

Demonstran dari warga petani tambak Lamongan berorasi di depan Gerbang Pemkab.

” Ya gimana lagi pak, mosok tiap tahun harus berdemo, lagi-lagi masalah pupuk, namun saya yakin dan percaya dengan pak Yes dan koordinator kami pak”, ujar Tono dengan nada optimis dan santun.

Semoga diplomasi Pak Yes ke Pemerintah Pusat dapat berhasil lebih dari jatah pupuk tahun lalu. Dan yang membuat kebijakan ini akan bijak menyikapi kebutuhan pupuk petani Lamongan tiap tahun yang berbeda dengan petani kabupaten lain.

Karena itulah, peserta aksi juga mendesak Pemkab Lamongan agar memperjuangkan nasib petani tambak untuk bisa mendapatkan kembali jatah pupuk bersubsidi.

Karena sejak diterbitkannya Permentan No 10 tahun 2022 yang mengatur larangan pupuk bersubsidi diberikan oleh petani tambak dan juga tanaman holtikultura. (DANAR SP)