
Surabaya, Wirafokus.com – Jawa Pos menggandeng Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Dewan Pers menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) angkatan ke-41 dan ke-42. Acara yang berlangsung sejak hari ini, Senin (13/6) hingga Kamis (16/6/22) itu digelar di Pena Room, Jalan Ahmad Yani no 88 Surabaya.
Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim hadir langsung dalam acara ini. Ia berpesan pada seluruh wartawan untuk tetap menjaga profesionalitas di lapangan.
“UKW ini untuk memastikan tiap wartawan sebagai profesi yang terjaga. Bukan hanya wartawan yang hanya sekedar mendatangi narasumber, lalu menulis berita, tapi keabsahannya dipertanyakan,” kata dia.
Selain Lutfil Hakim, turut hadir Direktur Jawa Pos Radar Nurwahid, Sekretaris Dewan PWI Pusat Sasongko Tedjo.
Mereka juga yang menjadi penguji untuk UKW kategori Utama dan Madya. Untuk kategori Muda, jurnalis-jurnalis senior seperti Muhammad Suhermano, Ainur Rohim, dan Eko Pamuji turut menjadi penguji.
“Peserta yang telah lulus sertifikasi UKW maka telah teruji kemampuannya,” tegas Lutfil.
Acara yang bertujuan untuk mengukur kompetensi jurnalis ini tidak hanya diikuti oleh wartawan dari Kota Surabaya. Dari 51 peserta, 17 di antaranya berangkat dari berbagai wilayah di Jawa Timur.
Beberapa di antaranya adalah Radar Solo, Radar Jember dan Radar Mojokerto. Beberapa sosok kenamaan di Kota Surabaya juga turut hadir.
Mereka adalah Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono, Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Dirmanto, Humas Royal Plaza Vieky Ratih, Senior Manager SIG Setiawan Prasetijo.
“Keempatnya hadir untuk menguji kemampuan para wartawan. Mereka hadir di sesi uji press release. Peserta dan sosok ini akan mengikuti sesi press release dengan tema-tema tertentu,” paparnya.
Tema yang sudah dipilih itu, lanjut Lutfil, akan dipaparkan oleh seluruh sosok yang menjadi narasumber. Kemudian, para peserta diminta untuk memberi pertanyaan.
Salah satu peserta, Phillipus Angga dari Radar Solo mengatakan bahwa dirinya cukup kaget dengan sistem UKW. Sebab, semua simulasi terasa nyata.
“Tadi ada sosok penting yang langsung bisa diwawancarai. Jadi terasa seperti di lapangan,” ujar Angga. (red/fks)
