― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimKado HJL ke 453 dari Bupati YES, Realisasikan Ringroad Utara

Kado HJL ke 453 dari Bupati YES, Realisasikan Ringroad Utara

Bupati Lamongan H.Yuhrohnur Efendi berfoto bersama dengan Jajaran Forkompimda pasca Pasamuan Agung HJL ke 453 di Pendopo Lokatantra.

Lamongan, Wirafokus.com –
Ketegasan Bupati Lamongan Yuhronur Efendi yang akan merealisasikan pembangunan Jalur Lingkar Utara Lamongan diungkapkan pada media saat memberi keterangan pers pasca Pasamuan Agung HJL ke 453.

Bupati Lamongan Yuhronur Efendi mengatakan, kehadiran JLU sudah sangat mendesak sehingga diharapkan dapat secepatnya terealisasi.

Sebelumnya Pak YES juga sudah menjelaskan pada media di Lamongan, bahwa tahun 2022 ini dianggarkan senilai Rp.50 miliar, untuk pembebasan sisa lahan seluas 4,2 hektar atau sekitar 14,2 persen dari total kebutuhan lahan 29,5 hektar.

“Kami sudah berkoordinasi dengan semua pihak, mudah-mudahan dapat menjadi langkah awal yang baik. Semoga prosesnya lancar dan tidak ada kendala, serta bisa dimanfaatkan oleh semua orang. Bismillah, ayo ndang didadekno dalan iki,” ujar Yuhronur.

Kejelasan terhadap pembangunan JLU ini oleh sejumlah tokoh dan pengamat publik sebagai Kado Manis bagi Bupati YES di HUT Lamongan tahun ini. Apalagi progres pembangunan JLU saat ini sudah berada pada tahapan review Detail Engineering Desain (DED).

” Biasanya jika telah berada di tahapan ini, maka dipastikan segera direalisasikan,” tegasnya.

Sedangkan terhadap urgensi JLU yang sudah mangkrak hampir 19 tahun ini memang fakta di lapangan yang terpantau oleh Wirafokus com. meningkatnya volume kendaraan di ruas Jalur Pantura Lamongan, Jawa Timur ini menyebabkan kemacetan kerap terjadi. Untuk pengurai kemacetan yang direncanakan adalah melalui Jalur Lingkar Utara (JLU), sebagai irisan jalur arteri primer yang melewati Lamongan.

Yuhronur menilai, pembangunan JLU dibutuhkan dalam waktu dekat sebagai solusi. apalagi dua perlintasan kereta api di Km.Sby 43+600 dan Km.Sby 45+600, serta beroperasinya double track membuat kereta api yang melintas saat ini mencapai 60 kereta per hari.

Kondisi tersebut, kerap menyebabkan kemacetan pada jam-jam sibuk.

Selain itu, kehadiran JLU yang diusulkan sepanjang 7,15 kilometer dapat menjadi solusi dalam menurunkan risiko kerusakan jalan.

Termasuk, memiliki dampak sosial berupa peningkatan aksesibilitas masyarakat hingga tingkat keselamatan para pengguna jalan.

“Saya berharap semua memiliki spirit yang sama, keinginan yang sama. Mudah-mudahan karena semangat, spirit dan keinginan yang sama dalam mewujudkan pembangunan, jalan ini nantinya akan terwujud,” ucap Yuhronur.

Tidak hanya aspek sosial, JLU nantinya juga diprediksi dapat menghadirkan dampak ekonomi,di antaranya berupa pertumbuhan sentra-sentra produksi pada kawasan jalur lintas logistik utama (Jalur Pantura).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Lamongan Sujarwo menerangkan, progres pembangunan JLU saat ini sudah berada pada tahapan review Detail Engineering Desain (DED).

Lahan yang terdampak proyek, sebagian besar area pertambakan yang berada di Kecamatan Lamongan kota dan Kecamatan Deket.

Letak Kabupaten Lamongan cukup strategis, yakni sebagai penghubung antara Jakarta dengan Surabaya.

Hal ini membuat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) VIII Surabaya melalui PPK Tuban – Babat – Lamongan – Gresik, tengah mengupayakan terwujudnya JLU sebagai salah satu solusi mengurai kemacetan di Jalur Pantura Lamongan.
(DANAR SP)