― Advertisement ―

Luar Biasa! Perwakilan Bangkalan Borong 1 Emas, 2 Perak, 3 Perunggu di Kejurprov II Woodball Jatim

BANGKALAN,wirafokus.com- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan Kabupaten Bangkalan. Perwakilan Bangkalan berhasil membawa pulang 1 medali emas, 2 medali perak, dan 3 medali perunggu dalam ajang...
BerandaNasionalKapolrestabes Medan, Diancam Menantu Presiden Jokowi, Karena Susah diajak Berkoordinasi

Kapolrestabes Medan, Diancam Menantu Presiden Jokowi, Karena Susah diajak Berkoordinasi

Walikota Medan Bobby Nasution Dan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alva Tatareda

Medan,wirafokus.com- Menjadi pertanyaan bahwa siapa Kombes Pol Valentino Alva Tatareda, yang menjadi sorotan dimata Wali Kota Medan Bobby Nasution tak lain adalah menantu dari Presiden RI Jokowi.

Sindiran yang ditujukan kepada Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Valentino Alva Tatareda, dikarenakan Kapolrestabes Medan tidak menghadiri acara Gebyar Ramadhan yang diadakan di pelataran Dinas Perhubungan Kota Medan.

Hal itulah yang bikin menantu Presiden Jokowi menjadi geram, bahkan akan diadukan ke Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak.

Sampai-sampai Bobby Nasution yang juga suami dari Putri Presiden Jokowi yaitu Kahiyang Ayu pun geram dan keluarkan ancaman, bahwa Kapolrestabes Medan susah diajak kerjasama ataupun koordinasi.

Bobby Nasution saat itu mengatakan, bahwa dirinya akan mengadukan beragam persoalan ataupun permasalahan ke Kapolda Sumut, jika Kapolrestabes Medan tidak bisa diajak kerjasama dan berkoordinasi.

Menurut keterangan Bobby Nasution,” saya mohon sekali kepada Kapolrestabes Medan itu hadir dalam acara yang kami selenggarakan dalam Gebyar Ramadhan, dan saya tadi telephon Pak Kapolda, biar bisa menghadirkan kawan-kawan dari Polrestabes Medan di sini, dikarenakan tingkat kriminal kita sudah agak meningkat,” ujar Bobby. Jumat (22 April 2022)

“Harusnya Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda itu hadir dalam kegiatan tersebut supaya kita bisa saling berkoordinasi menyangkut keamanan di Kota Medan ini,”imbuhnya.

“Bahkan memang kalau tidak ada respon, minta tolong untuk disampaikan saja ketidakberkenanan, mungkin nanti kita bisa minta bantuan pasukan dari Polda Sumut,” ungkapnya.

Dalam hal itu juga Walikota Medan Bobby meminta agar supaya sebelum waktu lebaran, kasus premanisme segera diberantas sebelum lebaran tiba.

Bobby juga menghimbau saat menjelang lebaran, perlu ditingkatkan pengguna jasa kendaraan umum yang akan meningkat, dan kepada Kadishub diharapkan menjaga terminal kita, agar di terminal ini tidak lagi adanya preman.

Premanisme inilah yang bikin Lurah atau Camat maupun Kepala Dinas, mengeluh adanya premanisme.

Saat setelah usai, Bobby menyampaikan kata sambutannya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda hadir dalam acara tersebut.

Sebelumnya sosok Valentino pernah menjabat sebagai Dirlantas Polda Kepulauan Bangka Belitung, dan jabatan tersebut masih berpangkat Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP). Juga pernah ditempatkan di Sekolah Polisi Negara (SPN) Sempali Sumut, dalam perintah khusus.

Hingga Valentino mendapat jabatan sebagai Kanit Intelkam Polsek Medan Baru, Polsek Medan Timur, dan Polsek Medan Teladan atau sekarang Polsek Medan Kota.

Terpenting juga, Kapolrestabes Medan, yang saat itu masih dijabat oleh Kombes Pol Riko Sunarko, S.H., S.I.K., M.Si., yang pernah disebut terima suap terkait kasus Narkoba, Riko Sunarko sempat menjadi buah bibir, lantaran disebut tersandung kasus dugaan suap.

Dan dari hasil pemeriksaan, Riko Sunarko tidak terbukti menerima suap.

Menurut Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ, Panca Putra Simanjuntak,” hal itu disimpulkan melalui hasil pendalaman oleh Tim gabungan dari Divisi Propam, Polda Sumut dan Mabes Polri.,” kata Panca. (red/dwiw)