
Surabaya,wirafokus.com- Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur terus berupaya melakukan percepatan penurunan stunting, salah satunya dengan sinergi insan jurnalistik.
Gencarnya pemberitaan dan edukasi terkait stunting kepada masyarakat melalui media massa diharapkan bisa meningkatkan pemahaman masyarakat akan pentingnya pemenuhan nutrisi.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Maria Ernawati mengatakan,”berbicara tentang penurunan angka stunting sangat luas, mulai dari remaja, persiapan pernikahan, Pasangan Usia Subur (PUS) yang merencanakan kehamilan, wanita hamil, PUS yang memiliki bayi dibawah usia dua tahun (baduta), PUS yang memiliki bayi usia lima tahun (balita).” ungkapnya.
“Dan aat ini masyarakat sudah familiar dengan kata stunting, sehingga Penyuluh KB kalau bicara dengan orang tua yang anaknya stunting tidak bisa langsung menyatakan stunting tetapi menggunakan pilihan kata yang lebih halus yaitu balita atau badutanya beresiko,” tambah Erna di depan perwakilan wartawan yang ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15 Maret 2022).
Erna menjelaskan diharapkan setiap media massa bisa memberikan edukasi terkait stunting dengan bahasa yang lebih mudah diterima oleh masyarakat dan sesuai dengan segmentasi pembaca atau penonton media massa tersebut, sehingga program pemerintah dalam rangka penurunan angka stunting di tahun 2024 bisa terealisasi.
“Banyak sekali isu yang bisa digali oleh teman-teman jurnalistik bila ingin menulis tentang stunting, bisa dari sisi remaja, calon pengantin ataupun Pasangan Usia Subur,” jelasnya.
“Sangat penting khususnya pada remaja putri, banyak remaja putri yang melakukan diet untuk menjaga bentuk tubuh dan berat badan yang sangat berpotensi terjadinya anemia dan bila seorang ibu hamil mengalami anemia itu sangat beresiko terjadinya stunting pada janin yang ada di dalam kandungan,” tambah Erna.
Begitu juga dengan PUS yang punya Baduta, tingginya angka stunting bukan karena masalah ekonomi tetapi PUS yang sibuk dan tidak memahami kebutuhan nutrisi baduta sehingga baduta mengalami stunting. (dwiw)
