
Jakarta,wirafokus.com- Kementrian Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi, melaksanakan kegiatan Evaluasi Dampak assessment nasional berbasis komputer (ANBK) kelas 7, tahun 2021 di Jakarta.
Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis s.d Sabtu (18 s.d 20 November 2021) bertempat di Hotel Aryaduta, Jl. Prajurit KKO Usman dan Harun No.44-48, Gambir-DKI Jakarta.
Sedang pembukaan dimulai Kamis (18 November 2021) sekira pukul 16.00 WIB. Namun untuk mengikuti kegiatan tersebut, setiap peserta diharuskan memasukkan data masuk sekitar pukul 12.00 WIB.
Peserta yang mengikuti Evaluasi Dampak ANBK kelas 7 Tahun 2021 yaitu ada 9 SMP Negeri dan 12 SMP Swasta se-Sidoarjo.
Ke 21 (dua puluh satu) sekolah ini menjadi proyek percontohan dari 100 (seratus) sekolah Negeri dan SMP Swasta yang bermitra dengan Yayasan Yatim Mandiri Surabaya, sebagai organisasi penggerak yang akan memberikan penguatan literasi membaca, literasi numerik, sains dan karakter siswa.
Karena ada kaitan dengan literasi membaca dan menulis pada bulan Oktober tahun 2021.
Dari literasi membaca dan menulis, ada 21 (dua puluh satu) SMP Negeri dan Swasta, yang tersampling untuk siswa kelas 7, mengikuti assessment nasional berbasis komputer (ANBK).
Ada juga 45 (empat puluh lima) siswa peserta utama dan 5 (lima) siswa peserta cadangan kelas 7 yang terpilih mengikuti assessment nasional berbasis komputer (ANBK) disetiap sekolah.
Dan 50 (lima puluh) siswa ini akan mengikuti ANBK lagi di kelas 8 dan kelas 9, dengan nama peserta yang sama.
Hal tersebut dilakukan untuk memotret dampak proses pembelajaran di 21 (duapuluh satu) sekolah yang terpilih. Dan akan dianalisis perkembangan hasil pembelajaran dari kelas 7 sampai kelas 9, dari pendampingan oleh organisasi penggerak Yayasan yatim Mandiri.
Disamping literasi membaca, dan literasi numerasi, siswa juga mengerjakan survey lingkungan belajar.
Dari 9 (sembilan) SMPN Kab. Sidoarjo yang tersampling yaitu dari sekolah, SMPN 3 Sidoarjo, SMPN 1 Buduran, SMPN 1 Candi, SMPN 1 Tanggulangin, SMPN 2 Tanggulangin, SMPN 1 Porong, Dan SMPN 2 Belong Bendo, sedangkan untuk SMP Swasta dari Sidoarjo juga masih belum bisa disebutkan.
Menurut keterangan salah satu Kepala Sekolah yang menjadi percontohan dari SMPN 3 Sidoarjo, Retno Untari Hadi Putranti, S.Pd., M.Pd., mengatakan, “Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi sekolah, dalam rangka melaksanakan peningkatan kompetensi siswa dalam literasi membaca, literasi menulis, dan penguatan karakter siswa dalam menyongsong era milenial 4.0,” terang Kepala Sekolah SMPN 3 Sidoarjo, melalui sambungan WA.
“Dan semoga dengan terpilihnya SMPN 3 Sidoarjo, sebagai sampling dari program organisasi penggerak Yayasan yatim Mandiri yang terseleksi oleh Kemdikbudristek ini, berdampak positif bagi peningkatan proses pembelajaran dan hasil belajar siswa, serta dari hasil survey lingkungan belajar akan ada support dari Kemedikbudristek untuk sarana dan prasarana (Sarpras) Sekolah,”pungkasnya.
(red/dwiw)
