
Sidoarjo,wirafokus.com- Hari pertama dalam pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sudah terlihat di beberapa sekolah yang ada di Kabupaten Sidoarjo, mulai dari SD, SMP, SMA, MTSN.
Seperti yang terlihat di salah satu sekolah unggulan di Kabupaten Sidoarjo, yaitu SMPN 3 di hari pertamanya, Senin (13 September 2021), sekira pukul 07.00 WIB, sudah mulai menunjukkan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas terhadap muridnya.
Adapun sesuai instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 14 Tahun 2021 tentang Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro yang menyatakan, Kabupaten/Kota yang berada di zona merah, tetap melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau pembelajaran online.
Menurut keterangan Kepala Sekolah SMPN 3 Sidoarjo Retno Untari Hadi Putranti, S.Pd., M.Pd., mengatakan,” Dengan adanya PTM terbatas ini saya selaku kepala sekolah berharap dan berkeinginan tidak hanya sebatas separo siswa yang masuk, yang penting anak-anak siswa kami harus tetap menjaga kesehatan, tidak terjadi apapun saat PTM terbatas berlangsung, karena kalau PTM terbatas ini berlangsung, dan ada salah satu siswa atau salah satu dari lingkungan di sekolah ini terindikasi Covid-19, maka sekolahan ini akan tutup kembali, dan harapan saya tetap anak-anak siswa kami harus jaga kesehatan, tetap mematuhi protokol kesehatan (Prokes), sehat semuanya, ini kalau sudah 2 sampai 4 minggu, sudah dikatakan aman, tidak ada sistem gelombang saat siswa siswi masuk sekolah,” ucapnya.
Saat sebelum masuk kelas, pihak sekolah SMPN 3 Sidoarjo juga mempersiapkan beberapa alat dalam mematuhi protokol kesehatan (Prokes), yaitu saat siswa siswi akan masuk, didepan sekolah sudah disiapkan tempat cuci tangan dengan memakai sabun, alat pengukur suhu badan, hand sanitizer, dan semua siswa diharapkan atau diwajibkan memakai masker. Sehingga dengan adanya fasilitas untuk tetap menjaga kesehatan para siswa, maka siswa akan melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka terbatas dengan aman dan lancar.

Masih dengan kepala sekolah SMPN 3 Sidoarjo, menambahkan,” sedangkan sistem siswa yang masuk sekolah, sudah diatur sedemikian rupa yaitu, untuk menghindari adanya kerumunan, sehingga cara pengaturan saat siswa siswi yaitu untuk kelas 7 paling pagi masuk pukul 07.30 WIB, setengah jam kemudian kelas 8 masuk pukul 08.00 WIB dan kelas 9 masuk pukul 08.30 WIB. Dan pulang juga tidak bersamaan, untuk kelas 7 pulangnya pukul 10.30 WIB, kelas 8 pulangnya pukul 11.00 WIB, dan kelas 9 pulang pukul 11.30 WIB,” tambahnya.
Di tempat yang sama, salah satu orang tua murid dari kelas 7 yang tidak mau disebutkan namanya saat mengantar ke sekolah, mengatakan,”kalau saya selaku orang tua hanya berdoa dan mendukung adanya program pembelajaran yang disesuaikan oleh pemerintah, supaya anak-anak kita nanti tidak lagi bergantung dengan pembelajaran di rumah hanya karena adanya Covid-19, dan saya lebih senang dan berharap seterusnya anak kita melakukan kegiatan belajar di sekolah dengan tetap mematuhi protokol kesehatan,” kata orang tua murid yang mengantarkan anaknya saat sekolah di hari pertama.
Sistem masuknya siswa SMPN 3 Sidoarjo dari kelas 7 s.d kelas 9 menurut keterangan Kepala Sekolah Retno Untari Hadi Putranti, S.Pd., M,Pd., hanya 50 persen dari jumlah siswa yang ada di sekolah tersebut.
Menurutnya,”untuk ini kita jadwalkan lewat nomor absensi siswa yaitu ganjil dan genap, untuk hari ini yang masuk baik kelas 7 s.d kelas 9 adalah nomor absensi genap dan besok nomor absensi ganjil, sehingga anak-anak didik kita satu minggu dalam PTM terbatas ini bisa 3 (tiga) kali pertemuan, sedangkan untuk nomor absensi ganjil yang hari ini di rumah, juga mengikuti pelajaran di sekolah secara daring dengan guru pengajar yang sama,”pungkasnya. (dwiw)
