
Surabaya,wirafokus.com- Dalam pelaksanaan PPKM Darurat yang diberlakukan mulai tanggal 3 Juli 2021 s.d 20 Juli 2021, Anggota Personel Kompi 4 Yon A (Brimob Medaeng) menurunkan personelnya sebanyak 1 SST (Satuan Setingkat Pleton), melaksanakan Back Up pos penyekatan Cito, dipimpin langsung oleh komandan pleton (Danton) V Aipda Hendrik Dwi Prasetyo.
Menurut keterangan Aipda Hendrik Dwi Prasetyo selaku Danton V Brimob Jatim Kompi 4 Yon A Medaeng mengatakan,” Meningkatnya kasus Covid-19, khususnya diwilayah kota Surabaya, membuat pemerintah memutuskan untuk menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat, yang dimulai dari tanggal 03 Juli 2021 s.d 20 Juli 2021,” kata Hendrik Dwi Prasetyo kepada awak media.
Sebagai bentuk dukungan atas kebijakan tersebut, maka Personel Kompi 4 Yon A Pelopor juga melakukan Penerapan PPKM Darurat melalui penyekatan jalur pembatasan.
Jika sebelumnya akses penyekatan di Bundaran Waru, Surabaya dibuka, dan pada hari kelima Penerapan PPKM Darurat, akses tersebut di tutup total.

“Langkah-langkah tersebut terpaksa dilakukan, agar angka penyebaran Covid-19 di Jawa Timur, khususnya kota Surabaya benar-benar ditekan meskipun masih ada kendaraan yang melintas dengan membawa peralatan kesehatan dengan membawa orang sakit,” tambahnya.
Untuk warga yang berkepentingan masuk Surabaya akan melewati akses yang di tutup di Cito, diarahkan untuk melewati melalui jalur alternatif, seperti di lewatkan Jalan Menanggal, Pabrik Paku atau Jl. Brigjend Katamso, atau jalan Pagesangan.
Sedangkan yang bisa dan dapat masuk akses jalan ke Surabaya melewati Cito yaitu TNI-Polri dan Tenaga Kesehatan (Nakes) yang akan bertugas. (dwiw)
