
Surabaya,wirafokus.com- Pemeriksaan Test Swab rutin yang dilakukan di jalur Akses Suramadu, Jumat (11 Juni 2021), sekira pukul 18.00 WIB. Kini sudah memasuki hari ke 6 (enam), semua kendaraan yang masuk ke Surabaya dari Madura yang melewati jalur akses Suramadu di berhentikan untuk dilakukan pemeriksaan test swab, baik kendaraan sepeda motor, kendaraan pribadi, dan kendaraan umum berpenumpang, khususnya Bus Pariwisata dan Bus Antar Provinsi. Pemberhentian kendaraan tersebut dilakukan di jalur sisi Timur.
Saat pemberhentian dan pemeriksaan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor dan surat keterangan dari dokter serta surat keterangan bekerja dari perusahaan, tiba-tiba ada seseorang pengendara yang tidak mau disebutkan namamya, memutar balik kendaraannya dengan melawan arus lalu lintas, dengan sigap anggota gabungan berbagai unsur dalam pelaksanaan pemeriksaan test swab, langsung menghadang dan mengamankan pengendara tersebut, akhirnya pengendara melakukan test swab.
Tak lama kemudian ada 2 (dua) orang laki-laki berboncengan mengarah ke Surabaya, melewati jembatan Suramadu diberhentikan petugas gabungan, dan kedua lelaki yang juga tidak menyebutkan namanya tidak mau untuk di test swab, bahkan dirinya mengaku sebagai mahasiswa yang hendak atau mau menuju ke kota Malang. Kedua mahasiswa tersebut tidak mau di swab,” saya tidak kena Covid, kenapa harus di swab,” kata salah satu pemuda yang mengaku mahasiswa tersebut.
Kabupaten Bangkalan, khususnya di daerah Arosbaya sudah terjadi paparan Covid-19 yanf mengakibatkan pasien meninggal dunia. Anggota Kepolisian dan TNI memberikan penyampaian persuasif mengenai pemeriksaan test swab terhadap ke dua mahasiswa tersebut.
Saat dilakukan pemeriksaan test swab di jalur sebelah timur Suramadu, didapatkan sekitar 14 (empat belas) orang yang reaktif/positif Corona, dan langsung dikirim ke RS. Haji dengan menggunakan armada Gajah Surya.
Dari ke 14 (empat belas) orang yang reaktif Corona, antara lain, Nur Fitria (21th), asal Jl. Trunojoyo III Bangkalan, Zainul Hikam (21th), asal Dsn. Capar Bangkalan, Edi Hartono (29th), asal Tamberu Barat Kab. Sampang, Junaidi (21th), asal Wonokromo Tengah Gg. 10 no. 31 Surabaya, Masnunah (22th), asal Wonosari Tegal Surabaya, Su’ib (18th), asal Dsn. Paunggulan, Nasyru Alim (28th), asal Duwa Batoh, Bangkalan, Wildan Zain (20th), asal Dsn. Tomang Mateh Pamekasan, H. Hermanto (42th), asal Oloh Laok Sampang, M. Toyib (44th), asal Dsn. Padangdan Bangkalan, Abdul Gofur (29th), asal Dsn. Rembah Bangkalan, Rachmad Haryanto (27th), asal Jl. KH. Ach. Marzuki Bangkalan, Pajar Kristanto (27th), asal Dsn. Purwoharjo Kediri, dan Sukron Qoir (22th), asal Kampung Masjid Bangkalan.
Jadi kesemuanya itu sudah terdeteksi saat pemeriksaan test swab yang dilaksanakan atau dilakukan di Suramadu sisi Timur arah ke Surabaya.
Penyekatan tes swab berjalan dengan lancar, aman, tertib dan kondusif. (dwiw)
