― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaNasionalPresiden RI Joko Widodo Akui Bangga dengan Provinsi Jawa Timur

Presiden RI Joko Widodo Akui Bangga dengan Provinsi Jawa Timur

Presiden RI Joko Widodo saat mengunjungi PT. BMI tempat Ekspor Udang di Kabupaten Lamongan

Surabaya,wirafokus.com- Presiden Republik Indonesia melakukan peninjauan Fasilitas Ekspor Udang Vannamei di PT. Bumi Menara Internusa (BMI) di Lamongan Jawa Timur.

Dalam kegiatan kunjungan Presiden RI, Kamis (6 Mei 2021), ikut dalam pengamanan antara lain personel gabungan dari Pemerintah Propinsi, TNI, dan Polri (Polda Jatim).

Hadir dalam kunjungan Presiden Republik Indonesia, antara lain Menteri Sekertaris Negara RI, Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Direktur Marketing PT. BMI, Forkopimda Jatim, Dandim 0812 Lamongan, Kapolres Lamongan dan Bupati Lamongan.

Presiden RI beserta rombongan didampingi Forkopimda Jatim, sebelum melaksanakan peninjauan di PT. Bumi Menara Internusa (BMI), melaksanakan sholat dzuhur berjamaah terlebih dahulu.

Usai melaksanakan sholat, Presiden RI melanjutkan peninjauan Fasilitas Ekspor Udang Vannamei di PT. BMI Lamongan yang dipandu oleh Aris Utama, selaku Direktur Marketing PT. BMI.

Presiden RI Joko Widodo ketika meninjau Fasilitas ekspor Udang beserta Aris Utama selaku Direktur Marketing PT. BMI Lamongan Jawa Timur

Presiden RI Joko Widodo menyebutkan,”saya bangga dengan Provinsi Jawa Timur yang mempunyai perusahaan Ekspor, seperti yang ada di Kabupaten Lamongan, yang sudah mempunyai perusahaan Ekspor terbesar untuk pengiriman udang,”kata Presiden RI Joko Widodo kepada awak media.

Pukul 14.00 WIB, kegiatan berakhir, yang kemudian Presiden RI beserta rombongan didampingi Forkopimda Jatim menuju ke lokasi kunjungan, yaitu pengolahan sampah Energi Listrik tempat proses akhir di Benowo Surabaya. (red/dwiw)