― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimPemerintah Harus Bisa Menjaga Stabilitas Harga Sebelum Memasuki Bulan Romadhon

Pemerintah Harus Bisa Menjaga Stabilitas Harga Sebelum Memasuki Bulan Romadhon

Aktivitas pedagang di pasar tradisional

Surabaya, Wirafokus.com – Pemerintah diminta untuk menjaga stabilitas harga berbagai komoditas jelang masuknya bulan Romadhon. Hal ini perlu dilakukan agar konsumen mendapatkan harga terbaik, terutama harga-harga di pasar tradisional.

Agus Susilo, Ketua DPW Ikatan Pedagang Pasar Tradisional (IKAPPI) Jatim menyampaikan, saat ini harga cabai mulai merangkak naik. Meski diklaim sudah masuk masa panen harga tidak ikut turun.

Agus juga menambahkan bahkan cabai rawit merah mencapai 125 ribu per kilogram, kenaikan ini bukti bahwa tidak sinkronnya data Kemendag dan Kementan dengan fakta di lapangan.

“Ini yang harus disikapi sebaik baiknya.
Pemerintah harus merelakan kenaikan di kuartal ini dan mempersiapkan kuartal ke depan agar tidak terjadi kenaikan harga di semua komoditas,” tambahnya.

“Tidak hanya cabai, termasuk daging juga naik. Daging juga mengalami lonjakan, daging sapi sekarang di 129 ribu yang standar di 124 ribu, untuk paha belakang. Itu masalah yang harus diselesaikan,” pungkasnya.

Agus menjelaskan bahwa salah satu yang perlu dibenahi yakni pasar induk sebagai pusat distribusi. Karena itu, langkah pemberian pasar induk sebagai titik awal distribusi pangan merupakan langkah awal yang baik, karena pasar induk menjadi pusat distribusi pangan kita, selama berpuluh tahun.Tinggal bagaimana melakukan pengawasan dari sisi distribusi. Di sana pasti ada yang nakal, tinggal bersama sama semua pihak melakukan pengawasan.

Sementara terkait masih adanya aksi premanisme di pasar yang mengganggu rantai distribusi, juga perlu tindakan tegas penegak hukum, termasuk satgas pangan.

“Iya satgas pengan perlu bertindak, juga bersama KPPU. Satgas pangan punya peran strategis menjaga agar pangan kita bisa terkendali, bisa terawasi. Namun tentu jauh lebih penting strategi penguatan produksi, penyeimbangan supply demand, itu juga penting. Sekuat apapun pengawasan, distribusi kalau produksi tidak ada, apa yang mau dijaga,” tegasnya.

Hal lain yang juga mendesak dibenahi, salah satunya dengan pemetaan wilayah produksi. Wilayah produksi cabai ada dimana, wilayah produksi bawang dimana.

“Diawasi, didampingi, diadvokasi, juga disubsidi, agar produksi sesuai harapan masing masing. Tak kalah penting, berapa asumsi permintaan di pasar juga itu harus diprediksi, kalau bisa tahu berapa permintaan, berapa stok, petani akan jadi enak produksinya,” ujarnya. (Tung/Kij)