Ketua Fraksi Demokrat Kecewa, Pengusaha Hiburan Ditarik Deposit Rp 100 Juta

20
Machmud, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota Surabaya.

Surabaya, Wirafokus.com – Rencana Pemkot Surabaya memberi izin untuk membuka rumah hiburan umum (RHU) disambut baik oleh Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Kota Surabaya, Machmud. Namun, niat itu jadi kurang bagus karena syaratnya harus membayar uang jaminan Rp 100 juta yang disetor ke pemkot.

“Saya dengar memang pemkot mau memberi izin rumah hiburan umum untuk buka setelah sekitar satu tahun tutup karena pandemi. Tapi pembukaan itu disertai deposit 100 juta. Kebijakan itu membuat pengusaha pusing,” ungkap Machmud, Sabtu (13/3).

Nenurut anggota dewan yg juga mantan Ketua Komisi B ini, kalau memang pemkot mau buka, sebaiknya cukup dikasih syarat yang ketat soal protokol kesehatan. Bukannya malah dibebani biaya Rp 100 juta.

Selama ini, lanjut Machmud yang juga mantan Ketua DPRD Kota Surabaya, pengusaha hiburan sudah susah karena tutup lama akibat pandemi Covid-19. Artinya, kalau mereka kemudian dibebani lagi jelas sangat berat.

Akan tetapi, jika dalam prakteknya nanti ada tempat hiburan yg melanggar, maka Machmud setuju ditindak sesuai aturan.

“Kalau di denda ya gak apa-apa, karena memang melanggar. Tapi jangan uang Rp 100 juta diambil pemkot, padahal belum terjadi pelanggaran,” tegas anggota Komisi A DPRD Kota Surabaya ini.

Yang membuat mantan jurnalis ini heran, di tengah banyak warga dan pengusaha susah, pemkot kok malah minta deposit Rp 100 juta. “Jangan seperti itu lah,” tandas Machmud. (*)

Reporter: Dwi Arifin