Petugas Gabungan Bandara Juanda, Gagalkan 2 Pelaku Penyeludup 6 Kilogram Sabu – Sabu

7
Kapolres Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji dan Kepala KPP Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pebean Juanda Budi Harjanto dengan barang Bukti 6 Kg Sabu – Sabu

Sidoarjo, Wirafokus.com – Tim gabungan dari Kabtor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea cukai, Lanudal Juanda, Satresnarkoba Polresta Sidoarjo, POMAL Juanda berhasil gagalkan penyeludupan narkoba berjenis sabu-sabu sebanyak 6 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 100 butir.

Di duga barang haram tersebut di dapat dari negeri Jiran yang mau di selundupkan ke pulau garam, melalui pesawat terbang Air Asia QZ-321 dengan rute penerbangan Kuala lumpur – Surabaya.

Untuk menjalankan aksinya, berbagai cara di tempuh oleh tersangka, untuk mengelabuhi petugas di Bandara.

Kapolresta Sidoarjo Kombes Pol. Sumardji kepada wartawan, Kamis (14/1/2021), menyampaikan, kedua pelaku yang diamankan, yakni H, warga Desa Bujur Timur, Kecamatan Batumarmar, Pamekasan, Madura dan Rizal, warga Surabaya.

“Kedua tersangka menumpangi pesawat Air Asia QZ-321 rute Kuala Lumpur-Surabaya, dan mereka akan mengirimkan narkoba ke Madura” katanya.

Setiba di Bandara Internasional Juanda, petugas curiga dengan gelagat kedua pelaku, petugas melihat barang bawaan kedua tersangka ada yang mencurigakan saat berada di mesin X-Ray. Oleh petugas, langsung dilakukan pemeriksaan atas barang bawaan kedua tersangka itu.

Hasilnya, petugas menemukan 25 bungkus sabu dengan berat 3.000 gram pada tas milik tersangka Holil. Sementara pada barang bawaan tersangka Rizal, ditemukan 12 bungkus sabu seberat 2.395 gram. Barang haram itu disembunyikan di dalam lampu LED.

“Total barang bukti yang diamankan sebanyak 5.395 gram dan 100 butir ekstasi. Barang bukti lain yaitu 3 pcs kipas angin gantung, 6 pcs lampu LED dan dua buah koper,” jelas Kapolresta Sidoarjo.

Kedua tersangka kini meringkuk di tahanan Polresta Sidoarjo, dan saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif. Terhadap dua tersangka akan dijerat dengan pelanggaran pasal 113 ayat 2 UU no 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau hukuman mati.

Kepala Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pebean Juanda Budi Harjanto mengatakan, para penyelundup narkotika khususnya sabu-sabu yang telah tertangkap sebelumnya menggunakan beragam cara untuk lolos dari pemeriksaan petugas Bandara Juanda. “Mereka memasukkan sabu-sabu ke dalam aneka barang bawaan, seperti rice cooker, kemasan makan ringan, lampu dan lainnya,” papar Budi Harjanto.(kiN/KiJ)