Kapolda Jatim Buka Webinar Hipnoterapi Tangguh Semeru Jilid 2

13
Kapolda Jatim didampingi Kapolres Mojokerto saat akan menghadiri Webinar Hipnoterapi Tangguh Semeru Jilid 2

Mojokerto, Wirafokus.com – Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta didampingi Pejabat Utama (PJU) Polda Jatim serta Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Gatot Repli Handoko, menghadiri Webinar Hipnoterapi Tangguh Semeru Jilid 2 yang dilaksanakan di Kabupaten Mojokerto.

Kapolda Jawa Timur Irjen Nico Afinta mengungkapkan, bahwa Pandemi Covid-19 ini digambarkan saat hari kemerdekaan 17 Agustus. Dimana semua masyarakat bekerjasama saling bahu membahu, baik pemuda, orang tua, yang dilakukan dengan kesadaran untuk menunjukkan semangat proklamasi. Semangat itulah yang harus dilakukan oleh semua orang untuk menghadapi Pandemi Covid-19. Semangat nusantara, semangat mufakat dan semangat gotong royong.

“Pandemi Covid-19 ini saya contohkan seperti 17 Agustus hari proklamasi, dimana semua masyarakat semangat nusantara, semangat mufakat dan samangat gotong royong. Inilah yang ingin saya bawah untuk menghadapi Covid-19,” kata Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta, Sabtu (9/1/2021) malam.

Sementara itu ada program pemerintah pusat yang sudah disetujui oleh pemerintah provinsi yakni terkait PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat). Sehingga masyarakat di Jawa Timur tetap harus mematuhi protokol kesehatan (Prokes).

“Pemerintah Provinsi Jawa Timur akan memberlakukan PPKM, sehingga saya menghimbau agar masyarakat tetap mematuhi prokes,” tambahnya.

Kapolda menambahkan, bahwa kita semua harus kerjasama, gotong royong dan mufakat untuk menghadapi pandemi Covid-19. Sehingga hal ini tidak bisa dikerjakan oleh Pemerintah, TNI dan Polri saja. Jika masyarakat tidak ikut berpartisipasi hal itu juga percuma.

“Semua pihak harus gotong royong dan kerjasama untuk menghadapi Covid-19. Karena tidak hanya bisa dikerjakan oleh pemerintah, TNI dan Polri saja, melainkan perlu dukungan dari masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu Kapolres Mojokerto AKBP Doni Alexander menyebutkan, bahwa acara Webinar ini diikuti oleh 472 titik secara bersamaan. Selain itu juga dihadiri oleh perwakilan Museum Rekor Indonesia (Muri).

Doni juga menjelaskan bahwa kondisi di Mojokerto sendiri sampai saat ini mengalami peningkatan, sehingga Mojokerto kembali naik status pasien Covid-19.

“Jajaran stake holder mulai dari Pemerintah, TNI dan Polri lebih meningkatkan Protokol Kesehatan (Prokes) dengan di dukung oleh masyarakat,” tambahnya

“Hari ini kita laksanakan kegiatan Webinar yang bertujuan untuk mengajak masyarakat mentaati prokes,” ucap Kapolres.

“Kondisi mojokerto kembali naik, sehingga stake holder pemerintah, TNI dan Polri giat melaksanakan operasi yustisi, pembatasan kegiatan masyarakat maupun menerapkan jam malam,” tutupnya.(red/why)