
Surabaya, Wirafokus.com- Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mempunyai kegiatan baru selama menjalani isolasi mandiri akibat positif terinfeksi Covid-19. Orang nomor satu di Jawa Timur ini mengisi waktu dengan mencuci pakaian dan nonton drama Korea (Drakor) di televisi.
Aktivitas baru itu diunggah Gubernur Khofifah lewat akun Instagram pribadinya, @Khofifah.IP.
Dalam unggahan tersebut, Khofifah yang mengenakan kaos dan kerudung terlihat sedang menjemur pakaian di halaman belakang rumahnya.
Unggahan Khofifah ini disukai lebih dari 14.000 orang meski baru satu jam. Unggahan itu juga dikomentari 288 pengikut, mayoritas memberikan support dan doa agar segera sembuh.
“Minggu pagi mengisi masa isolasi mandiri dengan mencuci baju tanpa mesin cuci sekaligus olah raga. Terima kasih atas semua doa dan dukungan dari semua masyarakat,” tulis Khofifah dalam Instagram pribadinya itu, Minggu (3/1/2021).
Dalam tulisannya, Mantan Menteri Sosial RI itu juga berpesan kepada semua masyarakat (warga Jatim) untuk tetap disiplin menjaga protokol kesehatan (prokes).
“Mari kita terus saling menjaga dan mengingatkan untuk terus disiplin memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun. Semoga kita semua diberi nikmat kesehatan oleh Allah SWT,” tulisnya.
Selain itu, Gubernur Khofifah mengaku mengisi waktunya dengan nonton film drama Korea (Drakor), Start Up.
Film berdurasi 16 episode tersebut, menurut Khofifah, bisa memotivasi anak-anak muda untuk mengejar kesuksesan di era digital ekonomi.
Untuk diketahui, Start-Up adalah drama Korea yang menceritakan lika-liku kehidupan anak muda dalam merintis bisnis. Dibintangi Nam Joo Hyuk, Suzy, dan Kim Seon Ho, Start Up memiliki plot cerita yang menarik dan sangat cocok ditonton berbagai generasi terutama anak muda.
“Saya sempat nonton. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari film itu. Mulai dari soal kegigihan dalam berjuang, kerja keras dan kejujuran, kerja sama, berani ambil risiko, pentingnya investasi, dan lain sebagainya,” ungkap Khofifah, masih melalui Instagram pribadinya @Khofifah.IP, Senin (4/1/2020).
Khofifah mengatakan, jarang sekali nonton film termasuk jarang nonton drakor. Namun, dirinya berusaha menyempatkan diri untuk menonton jika kontennya menginspirasi dengan mencari waktu di sela-sela waktu senggang usai seharian beraktivitas.

Termasuk saat ia tengah menjalani isolasi mandiri usai divonis terinfeksi Covid-19 per 1 Januari 2021 lalu. Drakor dengan tema tertentu, kata Khofifah, menjadi salah referensi menuju kemajuan Jawa Timur. Inspirasi Start Up misalnya, sangat signifikan untuk mendorong milenial Jatim terus berusaha dengan kerja keras dan profesinal.
“Drakor tidak melulu soal cinta dan romansa. Banyak genre lain yang juga punya cerita dan pesan moral yang kuat. Salah satunya ya ini, Start Up,” tulis Khofifah.
Khofifah menyebut, saat ini Pemprov Jatim tengah berupaya membangun sebuah kawasan yang mirip Sandbox, yang dalam drakor “Start Up” disebut sebagai Silicon Valley-nya Korea Selatan. Sandbox digambarkan sebagai wadah untuk para calon pengusaha mendapat bimbingan dari senior, investor, dan kantor untuk mengembangkan usaha rintisan.
“Saat ini ada private sector di Jatim yang tengah membangun KEK Singhasari di Kabupaten Malang. Saya berharap besar bahwa nantinya KEK Singhasari mampu menjadi katalis pertumbuhan perekonomian digital di Indonesia melalui pendekatan integrated digital ecosystem (ekosistem digital yang terintegrasi),” paparnya.
Khofifah menyebut bahwa KEK Singhasari adalah KEK pertama di Indonesia yang mengintegrasikan potensi wisata budaya, ekonomi digital dan ekonomi kreatif. Keberadaan Techno Park di kawasan tersebut nantinya akan menjadi inkubator bagi pelaku UMKM dan masyarakat supaya bisa memanfaatkan teknologi informasi dalam pemasaran produknya melalui start up sehingga bisa bersaing di era industri 4.0 bahkan 5.0.
“Semoga nantinya dari KEK Singhasari ini akan lahir unicorn-unicorn baru Indonesia dari Jawa Timur, yakni start up yang memiliki valuasi sebesar USD1 miliar,” paparnya. (pin)
