Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Perak Curigai Sebuah Kardus dengan No. Koli D5379 Melalui Ekspedisi

15
Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak bersama Pihak Bea Cukai Pelabuhan menunjukkan barang bukti sabu yang didapat dari pelaku melalui ekspedisi

Surabaya,wirafokus.com- Pengungkapan Penyalahgunaan Narkotika jenis sabu-sabu, digelar oleh Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Kamis (7 Januari 2021) sekira pukul 13.00, dalam konferensi pers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Ganis Setyaningrum S.Si., M.H., yang didampingi oleh Wakapolres Kompol Anggi Saputra Ibrahim. S.H., S.I.K., M.H., bersama Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Jumbo Qantason., S.I.K.

Tempat kejadian sebuah kardus yang dicurigai oleh pihak Bea Cukai Pelabuhan yaitu di Gudang PT. INDRA JAYA SWASTIKA (IJS) beralamatkan di Jl. Kalianak Baru No. 57A Surabaya.

Kejadian tersebut bermula dari informasi petugas Bea Cukai yang diterima oleh Satreskoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Senin (21 Desember 2020 sekira pukul 13.00 WIB, melalui paketan Ekspedisi, berupa sebuah kardus dengan nomor koli D5379, yang didalamnya diduga ada barang yang mencurigakan. Dan dari informasi tersebut, petugas Kepolisian dari Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, melakukan penyelidikan dengan cara control delivery, terhadap barang paketan yang dicurigai.

Dan paketan itu dikirim dari negara Malaysia, atas nama NR dengan alamat tujuan Blaban Batu dengan penerima an. MA.

Kamis (24 Desember 2020), petugas Kepolisian Satresnarkoba melakukan control delevery terhadap barang tersebut ke Kab. Pamekasan Madura.

Menurut keterangan dari Kapolres Pelabuham Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum S.Si., M.H.,”kami Polres Pelabuhan Tanjung Perak yang bekerja sama dengan Bea Cukai, telah berhasil menggagalkan penyelundupan narkoba yang merupakan jaringan internasional yang barang narkoba berisikan sabu berasal dari Malaysia, yang di tujukan ke daerah Madura, dimana barang ini dikirim melalui jalur laut dan kita juga mengamankan seorang tersangka inisial SR (29), yang merupakan kurir diminta dan diperintahkan orang HN (DPO) asal Madura, untuk mengambil barang di biro travel pengiriman, dengan imbalan uang dua puluh juga rupiah, berdasarkan hasil daripada tersangka SR, bahwa hal ini barang diperoleh dari Malaysia,” kata AKBP Ganis Setyaningrum S.Si., M.H., selaku Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Ditempat yang sama pihak dari Bea Cukai menjelaskan,” terima kasih Bu Kapolres, kawan-kawan sekalian ini sejarah di akhir tahun disekitar bulan Desember dengan salah satu modusnya masuk compresor, dan pada bulan kemarin itu ada 9 modus pengiriman, yang salah satu modus terakhir yang masuk didalam compresor, kiriman dari Malaysia dan alhamdulillah teman-teman melakukan pemeriksaan melaui X-ray cukup akurat, sehingga kita bisa menemukan kembali dan kita bersinergi kembali dengan kawan kawan Polres, dan di tahun 2020 ini modus baru yang kita temukan ini, tetapi yang sering kita temukan barang tersebut dimasukkan ke dalam plastik, seperti Milo, dan sereal. Jadi dari 9 modus, ini yang baru sekali sabu yang dimasukkan ke dalam tabung compresor, demikian keterangan dari kami selaku perwakilan dari Bea Cukai Tanjung Perak,” kata petugas perwakilan dari Bea Cukai Pelabuhan Tanjung Perak.

Dan pada saat barang paketan sampai ke alamat tujuan, diterima oleh seseorang, seketika itu dilakukan penangkapan, dan orang tersebut mengaku bernama SR selaku penerima barang paketan itu.

Setelah dilakukan pemeriksaan dan interogasi, SR mengakui bahwa barang paketan itu kiriman dari NR (DPO) yang berada di negara Malaysia.

Konferensi pers bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak bersinergi dengan Bea Cukai saat mengungkap pengiriman sabu dalam kardus melalui ekspedisi

Menurut keterangan penerima peket an. SR, bahwa saat dia disuruh oelh temannya yang bernama HV (DPO), apabila berhasil dalam menerima barang paketan yang berisikan narkotika jenis sabu tersebut, akan menerima imbalan berupa uang tunai sebesar Rp. 20jt .

Pengakuan daripada SR, bahwa pekerjaan untuk menerima barang tersebut yang berisikan sabu dikirim dari negara Malaysia tersebut, baru sekali dan jumlahnya sekitar 7 (tujuh) kg.

Ternyata barang paketan yang berisikan sabu dimasukkan ke dalam tabung compresor merk D&D warna biru, dengan kemasan dalam bungkus plastik sebanyak 8 bungkus dengan jumlah total keseluruhan 7.239 (tujuh ribu dua ratus tiga puluh sembilan) gram.

Adapun tersangka adalah SR (29) beralamatkan di Kec. Ketapang Kabupaten Sampang Madura. Sedang barang bukti yang diamankan petugas dari tersangka yaitu, 1 (satu) buah kardus dengan No. Koli D5379 , 8 (delapan) bungkus plastik berisikan sabu-sabu seberat 7.239 gram.

Dari perbuatan tersebut, tersangka SR diancam pidana penjara minimal 6 (enam) tahun dan maksimal 20 (dua puluh) tahun atau seumur hidup, dengan pasal yang disangkakan pasal 114 ayat (2) subsider pasal 113 ayat (2) lebih subsider pasal 112 ayat (2) Jo. pasal 132 ayat (1) UU RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika. (dwi w/fks)