Polda Jatim Terapkan Aturan Jam Malam Pada Pergantian Tahun

22
Gubernur Jatim bersama Kapolda dan Pangdam V/Brawijaya di Mapolda Jatim

Surabaya, Wirafokus.com – Meningkatnya jumlah kasus positif Covid-19 baru di Jatim menjelang masa pergantian tahun 2020-2021 mendatang mendapat perhatian serius dari Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta.

Kapolda Jawa Timur Irjen Polisi Nico Afinta menjelaskan guna mengantisipasi adanya kerumunan masyarakat pihaknya sedang menyiapkan skema pemberlakuan jam malam yang diterapkan saat malam Tahun Baru 2021.

“Nanti kan ada pembatasan waktu (pemberlakuan jam malam) sekitar jam 20.00 atau jam 21.00. Saat ini surat edaran waktu sudah disiapkan oleh Satgas Penananganan Covid-19 Jatim, dan tidak hanya untuk libur tahun baru saja tapi terus,” kata Irjen Nico di Mapolda Jatim, Rabu (30/12/2020).

Menurut Nico, pemberlakuan itu dilakukan sesuai Maklumat Kapolri yang meminta agar tidak ada kerumunan atau perayaan di malam pergantian tahun.

Selain itu, sesuai kesepakatan bersama dengan Pemerintah Provinsi Jatim, Kodam V/ Brawijaya, serta organisasi kesehatan di Jatim, sepakat agar setiap daerah, kelompok tidak melakukan perayaan yang dapat menimbulkan kerumunan.

“Kedua, kita juga akan membubarkan ketika ada kerumunan dan trek-trekan di jalanan dengan kita kedepankan upaya preventif. Kemudian kita siapkan alat rapid antigen ketika ada kerumunan langsung kita tes, sehingga ketika ada yang positif bisa segera tertangani,” ujarnya.

Nico mengimbau masyarakat untuk menggunakan waktunya di rumah bersama dengan keluarga tanpa menggelar perayaan.

Dalam penanggulangan covid -19 di Jawa Timur, Polda Jatim bersama Kodam V/ Brawijaya mendukung Surat Edaran Pemda dalam pengaturan jam opsnal untuk cegah covid 19 ”

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengingatkan agar masyarakat tidak melakukan pesta pergantian tahun/perayaan tahun baru 2021.

“Kita ingin menyampaikan, masyarakat Jatim, mohon tetap menjaga dan mematuhi prokes. Hari ini penyebaran COVID-19 belum berhenti, ada tren kenaikan kasus setelah libur panjang akhir Oktober lalu. Di akhir tahun 2020 ini, jangan ada perayaan penyambutan tahun baru yang menjadikan masyarakat berkerumun!,” ujar Khofifah usai pertemuan dengan Pemuda Muhammadiyah Jatim di Gedung Grahadi. (why)