
Surabaya, wirafokus.com- Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Surabaya akan menggelar Malam Anugerah Olahraga (MAO) 2020 di Hotel Garden Palace Surabaya, 22 Desember mendatang.
Pada malam tersebut KONI Kota Surabaya berencana akan menganugerahkan penghargaan kepada atlet, pelatih, pembina, cabang olahraga (cabor), dan perusahaan yang peduli pada olahraga.
Ketua Umum KONI Kota Surabaya, Hoslih Abdullah mengatakan, program kali pertama ini bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah dan semangat agar para atlet dan pelatih terus meraih prestasi dengan membawa nama Kota Pahlawan.
“Ide kegiatan ini muncul dari pihak humas, yang kemudian kami tangkap dan selenggarakan untuk paling tidak memotivasi para atlet dan pelatih yunior lainnya. Agar mereka bisa bersaing dengan para seniornya yang lebih dulu meraih prestasi,” kata Hoslih Abdullah, Selasa (15/12/2020).
Karena waktunya sangat mepet, lanjut Hoslih, pengurus KONI Kota Surabaya dan panitia yang diketuai Arief Sosiawan harus bekerja keras untuk mempersiapkan event ini.
Khususnya tim juri yang bertugas menentukan atlet, pelatih, pembina, cabor, dan perusahaan yang layak mendapatkan anugerah penghargaan.
“Tim juri yang berasal dari pengurus KONI Kota Surabaya memutuskan tolak ukur prestasi tertinggi adalah Porprov VI 2019,” terang pria yang akrab disapa Cak Dullah itu.
Cak Dullah menyebut, sejak Porprov I 2007 hingga Porprov VI 2019, kontingen Kota Surabaya selalu berhasil meraih gelar juara umum. Demikian pula untuk Porprov VII yang rencananya digelar 2022. Dia berharap Kota Surabaya kembali mempertahankan juara umum.

“Kalau bisa tidak hanya juara umum, tapi juga lebih banyak memecahkan rekor, khususnya untuk cabor terukur seperti renang, atletik, panahan, dan menembak,” harap Cak Dullah.
Di sisi lain, Cak Dullah mengakui jika event Malam Anugerah Olahraga KONI Kota Surabaya 2020 ini diselenggarakan selenggarakan secara mandiri, lantaran tidak masuk dalam agenda KONI Kota Surabaya. Apalagi idenya juga muncul mendadak, sehingga persiapannya sangat mepet.
“Ketika ide ini muncul, seluruh panitia dan teman-teman lantas menghubungi beberapa rekan pengurus yang ternyata mendapat respon positif. Dari sini akhirnya para pengurus yang mampu bergotong-royong menyisihkan sebagian rezekinya untuk membantu, sehingga kegiatan ini bisa terlaksana,” ungkap Cak Dullah.
Dari segi persiapan, ia mengatakan sudah tidak ada masalah, bahkan hampir mencapai 70 persen. Termasuk Hotel Garden Surabaya yang dipilih sebagai lokasi event.
Panitia, kata Cak Dullah, juga telah berkirim surat ke Satgas Covid-19 Kota Surabaya untuk melakukan assessment.
“Mudah-mudahan assessment berhasil dengan baik, sehingga kegiatan akhir tahun ini bisa terselenggara dengan sukses,” tandasnya.
“Yang jelas, kami akan menerapkan protokol kesehatan, seperti jaga jarak, menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun, dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi panitia dan para undangan yang hadir,” timpal Arief Sosiawan. (pin)
