― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaJatimCegah Covid-19, Pemprov Jatim Tingkatkan Operasi Yustisi

Cegah Covid-19, Pemprov Jatim Tingkatkan Operasi Yustisi

Sekdaprov Heru Tjahjono saat menerima rombongan Komisi IX DPR RI

Surabaya, Wirafokus.com- Pemprov Jatim akan meningkatkan operasi yustisi menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru (Nataru). Langkah ini diambil untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap naiknya angka Covid-19 serta memperkecil peluang potensi penyebarannya di Jatim.

“Mulai sore nanti operasi yustisi akan ditingkatkan mulai di tingkat desa, kampung dan RT,” kata Sekdaprov Jatim Heru Tjahjono saat menerima Kunjungan Kerja Komisi IX DPR RI di Ruang Rapat Bhinaloka, Kantor Gubernur Jatim, Jl. Pahlawan 110, Surabaya, Senin (14/12/2020).

Rencananya, operasi yustisi tersebut untuk mendukung kampung tangguh yang sudah berdiri di setiap wilayah. Harapannya, potensi penyebaran Covid-19 di Jatim bisa terus ditekan.

Untuk mengantisipasi kenaikan jumlah pasien Covid-19, lanjut Heru, Pemprov Jatim meningkatkan kewaspadaan saat libur panjang. Apalagi saat libur panjang sebelumnya terjadi kenaikan penderita Covid-19. Hal tersebut menunjukkan kelonggaran pengawasan.

“Oleh sebab itu, dengan adanya libur Natal dan Tahun Baru diharapkan pengetatan seperti operasi yustisi bisa menekan angka penularan Covid-19,” ujarnya.

Guna memfasilitasi masyarakat yang terdeteksi Covid-19, Pemprov Jatim menambah dua Rumah Sakit Lapangan di Malang dan Jember. Yakni di Politeknik Kesehatan Malang (Polkesma) Kota Malang untuk memfasilitasi pasien Covid-19 di Malang Raya dan Blitar.

“RS Lapangan yang ada di Jalan Ijen Kota Malang itu berkapasitas 306 tempat tidur,” jelasnya.

Kemudian untuk RS Lapangan di Jember, Pemprov Jatim mengaktifkan RS Paru sebagai Rumah Sakit Lapangan Covid-19. Tugasnya sama dengan yang di Surabaya, yakni melayani pasien positif dengan gejala ringan.

“Setidaknya ada 99 tempat tidur yang bisa dimanfaatkan untuk merawat pasien positif Covid-19 di rumah sakit tersebut,” terang Heru.

Disamping itu, Pemprov Jatim juga meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya bagi penderita Covid-19 atau penyakit menular lainnya. Itu dibuktikan dengan diresmikannya Instalasi Gawat Darurat (IGD) khusus penyakit menular di RSUD Dr. Soetomo oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Nantinya, pasien yang masuk ke RSUD Dr. Soetomo akan dilakukan screening atau investigasi terlebih dahulu dengan penapisan/skrining melalui scoring system. Scoring cepat melalui informasi dan data obyektif tersebut dilakukan untuk ketepatan diagnosa dalam upaya keselamatan pasien, petugas, dan lingkungan rumah sakit.

“Peresmian IGD penyakit menular di RSUD Dr. Soetomo ini menjadi suatu upaya yang dilakukan rumah sakit untuk memberikan proteksi keamanan dan keselamatan baik bagi dokter, tenaga kesehatan, pasien, maupun lingkungan rumah sakit,” tandasnya. (pin/hp)