Calon Wali Kota Pertama Terkaya yang Beragama Konghucu

23
Andrei Angouw

Jakarta, wirafokus.com — Pilkada serentak 2020 di Indonesia sudah usai digelar, meskipun penghitungan suara di
Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum 100% masuk.

Andrei Angouw berpasangan dengan Richard Sualang yang diusung oleh PDIP merupakan salah satu paslon Pilkada Kota Manado 2020 ini ramai dibicarakan karena Calon Walikota Andrei Angouw merupakan salah satu kepala daerah pertama di Indonesia yang beragama Konghucu.

Andrei yang merintis karier sebagai politikus sejak rahun 2009, dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan pada tahun yang sama terpilih sebagai anggota DPRD Provinsi Sulawesi Utara periode 2009-2014.

Kemudian pada tahun 2019 Andrei
terpilih kembali sebagai anggota dewan di Provinsi Sulut yang ke dua kalinya untuk periode 2014-2019.

Di periode ini kariernya kian melesat, setelah pada tahun 2016, Andrei ditunjuk oleh PDIP menjadi Ketua DPRD Sulut menggantikan Steven Kandouw yang saat itu mengikuti pilkada serentak dan terpilih menjadi wakil Gubernur Sulut.

Berbekal modal politik yang kian matang, pria kelahiran Manado, 23 Mei 1971 itu kembali melenggang ke DPRD Sulut periode 2019-2024. Andrei juga mempertahankan posisi Ketua DPRD Sulut setelah ditunjuk oleh DPP PDI Perjuangan.

Namun, setahun berselang tepatnya tahun 2020 Andre memutuskan untuk maju dalam pemilihan Walikota Manado 2020 berpasangan dengan Richard Sualang,

Andei yang merupakan salah satu calon kepala daerah terkaya dengan jumlah harta kekayaan Rp 273.575.845.946, dimana jumlah tersebut lebih besar dari calon Gubernur Sulut, Olly Dondokambey yang hanya memiliki Rp179.156.295.217..

Penghitungan tersebut berdasarkan analisis Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Dalam daftar calon kepala daerah terkaya Andrei menempati posisi kelima

Bahkan, jika kategori dipersempit, ia merupakan calon Wali kota terkaya di gelaran Pilkada Serentak 2020. Dalam daftar 10 calon kepala daerah terkaya yang dirilis KPK, setidaknya ada lima calon wali kota terkaya pada pilkada kali ini.

Selain Andrei, ada calon wali kota Palu Hadianto Rasyid yang memiliki harta kekayaan Rp263.582.578.396. Kemudian, calon wali kota Tomohon Wenny Lumentut dengan harta kekayaan Rp222.007.796.662.

Berikutnya, calon wali kota Makassar M. Ramdhan Pomanto dengan harta kekayaan Rp197.522.838.457, serta calon wakil wali kota Makassar Fadli Ananda dengan harta kekayaan Rp149.259.675.073.

Andrei berpeluang besar menang Pilkada Manado. Berdasarkan hasil hitung cepat Lembaga Survei Indonesia (LSI) Andrei yang berpasangan dengan Richard unggul dari tiga rivalnya dengan perolehan suara 36,41 persen.

Andrei-Richard mengungguli pasangan Julyeta Runtuwene-Harley Mangindaan di posisi kedua dengan suara 27,66 persen, disusul Mor Dominus Bastiaan-Hanny Pajouw dengan 22,64 persen, lalu Sonya Selviana-Syarifudin Syafa di posisi buncit dengan 13,29 persen.

Jika hasil hitung cepat itu tidak berbeda dari hasil rekapitulasi KPU, Andrei berpeluang mencatatkan sejarah sebagai kepala daerah pertama yang beragama Konghucu. Sejak agama Konghucu resmi diakui sebagai agama di era Presiden Abdurrahman Wahid, belum ada satupun kepala daerah beragama Konghucu.

Agama Konghucu seperti diketahui sudah berada di Nusantara selama ratusan tahun, namun negara baru mengakui agama Konghucu pada masa pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur pada 2000.

Kala itu, Gus Dur juga membebaskan pemeluk agama Konghucu menjalankan ibadah agamanya secara terbuka dan merayakan hari keagamaan mereka.

Gus Dur saat itu mencabut Instruksi Presiden Nomor 14 Tahun 1967. Inpres ini diterbitkan di era Orde Baru yang isinya melarang semua jenis tradisi Tionghoa, termasuk agama Konghucu dilaksanakan secara terbuka.

Sebagai gantinya, Gus Dur menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 6 Tahun 2000. Kepres itu mencabut Inpres 14/1967. (red/fks)