― Advertisement ―

Jalin Tali Silaturahmi Madas Sedarah PAC Dukuh Pakis Gelar Acara Rutinan

Surabaya,Wirafokus.com - Sebagai wujud nyata kepedulian terhadap sesama serta penguatan internal Organisasi Masyarakat ( Ormas ) Madas PAC Dukuh Pakis Surabaya kembali melaksanakan kegiatan...
BerandaKotaBelum Terima Kabar Resmi dari PSSI, Renovasi GBT Jalan Terus

Belum Terima Kabar Resmi dari PSSI, Renovasi GBT Jalan Terus

Kabid Sarana dan Prasana Dispora Kota Surabaya Edi Santoso,

Surabaya, Wirafokus.com- Meskipun FIFA secara resmi telah mengumumkan Piala Dunia U-20 Indonesia dan Piala Dunia U-17 di Peru yang rencananya digelar tahun 2021 dibatalkan, tapi Pemkot Surabaya tetap melakukan persiapan.

Renovasi Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) yang telah menelan anggaran miliaran rupiah juga terus dikebut. Termasuk mempersiapkan lima lapangan pendamping untuk latihan bagi tim peserta Piala Dunia U-20.

Lima lapangan pendamping tersebut adalah Stadion Gelora 10 November, Lapangan THOR, dan tiga lainnya dibangun di kompleks Stadion GBT.

Bahkan, Stadion Gelora 10 November yang baru selesai ditanami rumput standar FIFA, telah dijajal Persebaya Old Star dengan melakukan laga trofeo dalam rangka memperingati 100 tahun Bung Tomo, 19 Desember lalu. Saat ini stadion legendaris tersebut sedang dipasang lampu penerangan disamping perbaikan lain fasilitas lain yang diperlukan.

Sedang Lapangan THOR, saat ini rumputnya sedang dikerjakan. Nantinya, rumputnya akan dibuat sama dengan Stadion Gelora 10 November. Juga tiga lapangan pendamping yang dibangun di kompleks Stadion GBT.

“Sampai sejauh ini kita belum menerima pemberitahuan resmi dari PSSI kalau Piala Dunia U-20 tahun 2021 di Indonesia dibatalkan, sehingga kita tetap melakukan persiapan,” kata Edi Santoso, Kabid Sarana dan Prasana Dispora Kota Surabaya, Jumat (25/12/2020).

Edi mengakui dirinya sudah mendengar kabar dan membaca di media kalau FIFA secara resmi telah membatalkan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia. Sebagai gantinya, FIFA menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah di tahun 2023.

Namun, Edi tidak mau begitu saja mengakui kebenaran kabar atau berita tersebut. “Itu kan hanya kabar. Selama tidak ada pemberitahuan resmi dari PSSI atau FIFA, saya anggap berita itu nggak benar,” ujar Edi Santoso.

Untuk itu, sambil menunggu surat resmi dari PSSI, Pemkot Surabaya akan terus melakukan persiapan seperti rencana yang telah disusun. “Pokoknya kita jalan terus,” tegas Edi.

Kalau toh nantinya Piala Dunia U-20 2021 benar-benar dibatalkan atau ditunda tahun 2023, bagi Pemkot Surabaya tidak ada masalah. Karena Stadion GBT dan lima lapangan pendamping yang dibangun nantinya bisa dimanfaatkan oleh warga Kota Surabaya maupun untuk kepentingan nasional. (pin)