Yusuf Ekodono: PSSI Tidak Punya Program yang Jelas

18
Yusuf Ekodono

Surabaya, wirafokus.com- Pelatih PS Hizbul Wathan (PSHW) Yusuf Ekodono menganggap PSSI tidak punya program yang jelas. Terbukti, selama ini jadwal kompetisi Shopee Liga 1 maupun Liga 2 2020 amburadul dan terus mengalami penundaan.

Bahkan, sampai sekarang PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) selaku operator kompetisi belum mengeluarkan jadwal pertandingan untuk kelanjutan kompetisi Liga 2. Padahal, sesuai surat edaran yang dikeluarkan PSSI melalui PT LIB, kompetisi rencananya akan dilanjutkan mulai Februari 2021.

“Ini suatu bukti jika PSSI tidak mempunyai program yang jelas. PSSI bisanya cuma buat rencana, tapi tidak ada kejelasan,” kata Yusuf Ekodono, Senin (30/11/2020).

Akibat belum keluarnya jadwal lanjutan kompetisi Liga 2, banyak klub yang belum bisa menyusun jadwal latihan bersama, termasuk PSHW.

“Saat ini PSHW masih menunggu jadwal resmi dari PSSI. Kalau jadwal sudah ada, baru kami menyusun jadwal latihan bersama,” ujar mantan pemain Timnas Indonesia yang ikut mempersembahkan.medali emas di SEA Games 1991 itu.

Padahal, menurut Yusuf, kalau kompetisi Liga 2 benar dilanjutkan Februari 2021, mestinya jadwal sudah dikeluarkan empat atau tiga bulan sebelum kick-off. Dengan demikian, klub punya waktu untuk menyiapkan tim dan menyusun program latihan bersama.

“Sekarang sudah akhir November, tapi jadwal lanjutan kompetisi belum keluar. Mana mungkin kita bisa menyiapkan tim yang bagus kalau jadwalnya terlalu mepet,” tutur ayah dari pesepakbola Fandi Eko Utomo (PSIS Semarang) dan Wahyu Subo Seto (Brawijaya FC) itu.

Yusuf mengatakan, untuk bisa menghadapi kompetisi, idealnya suatu tim melakukan latihan bersama empat atau lima bulan. “Minimal tiga bulan latihan bersama, tidak bisa latihan sendiri,” katanya.

Karena itu, ia berharap PSSI atau PT LIB segera mengeluarkan jadwal lanjutan kompetisi Liga 2020.

Yusuf mengaku tak ingin gegabah menyusun rencana. Sebab, ia khawatir kegagalan melanjutkan kompetisi pada Oktober 2020 lalu terulang kembali.

Saat itu, PSSI memutuskan untuk tak melanjutkan kompetisi tiga hari menjelang kick-off pekan keempat. Pasalnya, PSSI tidak mengantongi izin penyelenggaraan kompetisi dari pihak kepolisian dengan alasan masih pandemi Covid-19. Mereka lantas melobi supaya November liga bisa bergulir, tapi polisi tetap tidak mengeluarkan izin.

Yusuf juga meminta agar federasi dan operator liga secepatnya mengurusi segala administrasi yang menghambat bergulirnya kompetisi. Dengan begitu ketika ada lampu hijau, kompetisi bisa langsung digelar. (pin)