Ket. Photo: Saat massa aksi melakukan demo didepan Konsulat Prancis di Jl. Mawar Surabaya.
Surabaya,wirafokus.com- Konjen Kedutaan Negara Prancis yang berada di Jalan Mawar Surabaya, Senin (2/11) sekira pukul 13.30 wib, di datangi berbagai ormas Islam Muhammadiyah se kota Surabaya untuk menyampaikan aspirasi tindakan berupa penghinaan terhadap Rasulullah Muhammad SAW yang dilakukan oleh Presiden Prancis beberapa waktu yang lalu.
Setelah menimbang dan mencermati tindakan atau ucapan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang telah melakukan penghinaan terhadap Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalalam. Dan mayoritas seluruh umat Islam berharap agar meminta maaf dan bertanggung jawab atas tindakannya.
Hingga saat ini Presiden Emmanuel Macron tidak menggubris saran, kritik, serta himbauan dari umat Islam seluruh dunia. Oleh karena itu kami yang tergabung dalam ormas Islam se-Surabaya menyampaikan pernyataan sikap dan tuntutan antara lain :
- Melakukan gerakan untuk
memboikot seluruh produk
yang berasal dari negara
Prancis sebagai bentuk pro-
tes tindakan atau
yang dilakukan oleh Pre-
siden Prancis Emmanuel
Macron yang telah melaku-
kan penghinaan terhadap
Rasulullah Muhammad
Shallallahu’ alaihi
Wassalam. - Mendukung sikap
Pemerintah Republik In-
donesia dalam hal ini
adalah Presiden Republik Ir.
Joko Widodo dengan
memberikan teguran atau
peringatan kepada Presiden
Prancis Emmanuel Macron
agar menarik ucapan yang
menghina Rasulullah
Shallallahu’ alaihi
Wassalam, serta
menyampaikan permohonan
maaf. - Mendesak Pemerintah
Republik Indonesia untuk
memutuskan hubungan di-
plomatik dengan menarik
Duta Besar Republik Indo-
nesia yang berada di Pran-
cis untuk sementara waktu
hingga Presiden Prancis
Emmanuel Macron menarik
ucapan ataupun tindakan
yang menghina Rasulullah
Shalallahu’ alaihi
Wassalam. - Mendesak kepada
Mahkamah Uni Eropa
untuk memberikan
peringatan dan sanksi tegas
kepada Presiden Prancis
Emmanuel Macron. - Mendukung sikap negara
yang tergabung dalam
Organisasi Konferensi Islam
(OKI) yang telah
memberikan peringatan
atau seruan untuk membo-
ikot semua produk yang
berasal dari negara Prancis. - Umat Islam merupakan
umat yang sangat mencintai
perdamaian dan
persaudaraan. Apabila ada
pihak yang melukai umat
Islam dengan melakukan
penghinaan terhadap
Rasulullah Shallallahu’ alaihi
Wassalam, maka kami akan
menuntut dengan cara bijak
dan beradab. - Menghimbau kepada
seluruh pihak, agar kejadian
berupa penghinaan terhadap
Rasulullah Shallallahu’ alaihi
Wassalam, agar tidak
terulang lagi, karena sebagai
manusia sudah seharusnya
saling menghargai dan tidak
memantik kebencian,
terutama dalam
menghadapi Pandemi
Covid-19, dunia
membutuhkan persatuan
dan kerjasama, bukan
permusuhan dan kebencian.
Pernyataan tersebut diatas adalah suatu bukti kebersamaan terhadap antar Ormas Islam se-Surabaya, dimana yang menandatangi pernyataan tersebut yaitu, Ketua Muhammadiyah kota Surabaya serta perwakilan Ormas Islam kota Surabaya Drs. H. Mahsun, M., Ag.
Dalam aksi unjuk rasa pernyataan sikap dan tuntutan terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron, berjalan lancar aman dan kondusif, yang mana tidak adanya kemacetan di wilayah tengah kota Surabaya, serta jalan-jalan protokol, sudah dikondisikan dengan baik oleh Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra S.I.K., sehingga semua arus lalu lintas lancar tanpa adanya kemacetan.
Menurut keterangan Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, AKBP Teddy Chandra S.I.K,” Dalam pengaman adanya unjuk rasa di Kedutaan Prancis ini, untuk arus lalu lintas lancar, dan untuk persiapan sebelumnya ya diutamakan di titik-titik serta simpul ruas jalan untuk antisipasi kemacetan arus lalu lintas, dan untuk jumlah anggota kami yang berada dilapangan ada sekitar 60 (enam puluh) personil, serta tidak ada jalan yang ditutup, cuman tadi sebentar arus lalu lintas sempat dialihkan, yang jelas semua anggota kami sudah berada di titik-titik tertentu untuk antisipasi kemacetan, sedangkan hari ini ada 2 (dua) unjuk rasa satu di jalan Mawar dan yang satunya di DPRD I Jatim di Jalan Indrapura,” ujar Kasatlantas Polrestabes Surabaya AKBP Teddy Chandra S.I.K.
Di tempat yang sama Kapolsek Tegalsari Kompol Argya memberikan keterangan terkait dengan adanya unjuk rasa di Konjen Prancis di Jalan Mawar Surabaya yang termasuk wilayah Polsek Tegalsari. Dan saat ditemui awak media mengatakan,” untuk aksi bela nabi ini berlangsung aman, lancar dan kondusif, kemudian tadi ada beberapa perwakilan yang keluar dan juga dari aksi memberikan pernyataan sikap terima kasih kepada perwakilan konsulat Prancis yang sudah menemui masa aksi, dan untuk sementara kita pantau terus kegiatan berikutnya,” kata Kapolsek Tegalsari Kompol Argya.
Dalam waktu satu hari ini memang ada dua kegiatan unjuk rasa, yaitu unjuk rasa mengenai Omnibus Law yang dilakukan di DPRD Provinsi di jalan Indrapura Surabaya dan Aksi Bela Nabi yang dilakukan di Konsulat Prancis di Jalan Mawar Surabaya, seperti yang diungkapkan oleh Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Anton Elfrino Trisanto kepada awak media,” kegiatan dalam unjuk rasa ini pihak keamanan terdiri dari gabungan dari Polda Jatim, Brimob, kemudian dari Satpol PP, Lintas, dan hari ini ada dua massa aksi yang berbeda agenda, untuk di DPRD Provinsi itu Omnibus Law, dan aksi di Jalan Mawar adalah Bela Nabi, untuk jumlah personil yang diterjunkan sekitar 700 personel, dari seluruh anggota unsur gabungan, baik dari Polda Jatim ataupun Polrestabes Surabaya,” ujar AKBP Anton Elfrino Trisanto kepada wartawan wirafokus.com .
Dalam waktu satu hari ini memang ada dua kegiatan unjuk rasa, yaitu unjuk rasa mengenai Omnibus Law yang dilakukan di DPRD Provinsi di jalan Indrapura Surabaya dan Aksi Bela Nabi yang dilakukan di Konsulat Prancis di Jalan Mawar Surabaya, seperti yang diungkapkan oleh Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Anton Elfrino Trisanto kepada awak media,” kegiatan dalam unjuk rasa ini pihak keamanan terdiri dari gabungan dari Polda Jatim, Brimob, kemudian dari Satpol PP, Lintas, dan hari ini ada dua massa aksi yang berbeda agenda, untuk di DPRD Provinsi itu Omnibus Law, dan aksi di Jalan Mawar adalah Bela Nabi, untuk jumlah personil yang diterjunkan sekitar 700 personel, dari seluruh anggota unsur gabungan, baik dari Polda Jatim ataupun Polrestabes Surabaya,” ujar AKBP Anton Elfrino Trisanto kepada wartawan wirafokus.com .
Setelah kegiatan unjuk rasa selesai, massa aksi berangsur meninggalkan lokasi dengan tertib aman dan terkendali. (Dwi W)


